Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Debby Novita Andriani, mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Menurutnya, fotografi dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan budaya Betawi, terutama kepada generasi muda yang akrab dengan media sosial.
Ia menjelaskan, pelaksanaan workshop bertepatan dengan berbagai kegiatan budaya rutin di Setu Babakan, mulai dari pertunjukan tari, lenong, hingga lokakarya budaya. Momentum tersebut memberikan pengalaman lebih lengkap bagi peserta untuk mengenal tradisi Betawi secara langsung.
"Saya berharap dengan kegiatan fotografi ini ketika diperlihatkan secara luas masyarakat tidak hanya terpancing untuk melihat secara langsung, tapi kemudian jadi nanti bisa belajar karena Perkampungan Budaya Betawi itu tidak hanya memperlihatkan kehidupan orang Betawi, tetapi juga menjadi tempat edukasi bagi masyarakat," tuturnya.
Debby juga berharap karya-karya yang dihasilkan peserta dapat dipublikasikan secara luas dan menjadi bagian dari narasi pelestarian budaya Betawi.
Menurutnya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan merupakan kawasan pelestarian budaya Betawi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena itu, promosi melalui media kreatif dinilai penting agar masyarakat tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan.
Komentar