Zookifli mengatakan masyarakat yang datang ke lokasi dapat melihat secara langsung berbagai aktivitas dan keterampilan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
“Setelah Pak Menteri pulang, biasanya pengunjung-pengunjung di mall itu akan selalu berada di sini,” kata Zookifli.
Gebyar Kursus 2026 turut menghadirkan berbagai kompetisi, di antaranya rias, perhotelan, tata rias pengantin, hantaran, dan bahasa Jepang.
Selain itu, terdapat agenda business matching serta Edu Fair melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Zookifli mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membuka peluang pendidikan, pengembangan karier, serta kemitraan dalam pengembangan usaha.
Kompetisi yang digelar juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi peserta didik lembaga kursus dan pelatihan.
DPR RI Dorong Penguatan Pendidikan Nonformal
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Agung Widyantoro turut menyampaikan pandangannya mengenai peran lembaga kursus dan pelatihan.
Menurut Agung, LKP dapat menjadi salah satu instrumen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pembekalan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Rangkaian Gebyar Kursus 2026 kemudian dilanjutkan pada Minggu (30/8/2026) dengan agenda berikutnya di kawasan Gelora Bung Karno.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peran LKP sekaligus mendorong penguatan pendidikan nonformal sebagai jalur peningkatan kompetensi dan peluang karier masyarakat.
Pelepasan 4.021 alumni LKP ke 11 negara menjadi salah satu momentum penting dalam Gebyar Kursus 2026. Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan berbasis keterampilan memiliki ruang strategis dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun mancanegara.(Red.)*
Komentar