Seputar Publik / Olahraga

PB PSTI Gelar Pelatihan Wasit Sepak Takraw Nasional di UNJ, Didukung Penuh ASTAF untuk Cetak Wasit Berstandar Internasional

Sebanyak 56 peserta dari 27 provinsi mengikuti pelatihan wasit sepak takraw yang diselenggarakan PB PSTI di Universitas Negeri Jakarta. Program ini mendapat dukungan penuh dari Federasi Sepak Takraw Asia Tenggara (ASTAF) sebagai upaya meningkatkan kompetensi, standarisasi, dan regenerasi wasit Indonesia.
Ketua Umum PB PSTI bersama Presiden ASTAF dan para peserta membuka Pelatihan Wasit Sepak Takraw Nasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai langkah memperkuat kualitas dan regenerasi wasit Indonesia menuju standar internasional. Ketua Umum PB PSTI bersama Presiden ASTAF dan para peserta membuka Pelatihan Wasit Sepak Takraw Nasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai langkah memperkuat kualitas dan regenerasi wasit Indonesia menuju standar internasional.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) resmi membuka Pelatihan Wasit Sepak Takraw Nasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, yang berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PB PSTI dalam meningkatkan kompetensi, standarisasi, dan regenerasi wasit sepak takraw di Indonesia. Rabu, (16/7/2026).

Pelatihan diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia. Tingginya partisipasi peserta mencerminkan besarnya antusiasme daerah sekaligus kebutuhan akan sumber daya wasit yang kompeten dan memiliki sertifikasi untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi olahraga sepak takraw di berbagai tingkatan.

Ketua Umum PB PSTI, H. Surianto, S.Ag., M.Md., menegaskan bahwa peningkatan kualitas wasit menjadi salah satu prioritas organisasi dalam menghadapi perkembangan olahraga sepak takraw yang semakin kompetitif.

> "Tujuan utama kami mengadakan pelatihan ini adalah untuk memetakan sekaligus meningkatkan kualitas wasit-wasit Indonesia. Kami juga menyadari pentingnya regenerasi yang berkelanjutan agar kebutuhan wasit profesional di masa depan dapat terpenuhi," ujar H. Surianto.

Tulis Komentar

Komentar