Seputarpublik, Jakarta – Di tengah era digitalisasi dan era sekarang, istilah “sosialita” semakin sering di gunakan. Ketersediaan informasi semakin meningkat, terutama dengan hadirnya media sosial yang kerap menggambarkan kemewahan dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat dengan mendorong mereka untuk mencari tahu tentang gaya hidup sosialita.
Di Indonesia, populasi sosialita semakin meningkat. Kelompok ini biasanya terdiri dari orang-orang kaya yang senang memamerkan kekayaannya atau sering di kaitkan dengan hedonisme. Treadmill hedonis juga terlibat dalam situasi ini.
Hedonisme didefinisikan sebagai keyakinan bahwa membuat kebahagiaan sendiri akan membuat seseorang bahagia. Luka batin seseorang akan lebih cepat sembuh semakin banyak kebahagiaan yang mereka ciptakan dan peroleh. Oleh karena itu, dapat di tarik kesimpulan bahwa hedonisme yang terkait dengan gaya hidup sosialita adalah pemujaan kesenangan dan kesenangan. penolakan rasa sakit.
Ciri-ciri jiwa sosialita biasanya termasuk kegemaran akan kemewahan, nafsu belanja yang rakus, keinginan untuk memamerkan kekayaan mereka, dan kecenderungan untuk menikmati pengejaran duniawi. Menurut pengamat budaya Veven Wardhana, kegiatan sosialita biasanya berbentuk kelompok arisan elit, menampilkan kemewahan, rumpi, dan aktivitas lain yang terkait dengan kekayaan, pekerjaan yang baik, dan gaya hidup boros.
Komentar