Beranda
Seputar Publik / Berita

Gratis! Pencak Silat di Masjid Al Ma’mur Kapuk Jadi Wadah Anak Muda, Cegah Judi Online hingga Pergaulan Negatif

Program pembinaan berbasis masjid dorong karakter, keterampilan, dan cegah pengaruh negatif seperti judi online serta pergaulan bebas
Lurah Kapuk Cengkareng, M.Arief Budiman menyerahkan potongan tumpeng kepada Abah Meong, didampingi oleh DKM Masjid Al Mamur, H.Suradji dan Sofyan Hadi, Ketua Karang Taruna, Kelurahan Kapuk. Lurah Kapuk Cengkareng, M.Arief Budiman menyerahkan potongan tumpeng kepada Abah Meong, didampingi oleh DKM Masjid Al Mamur, H.Suradji dan Sofyan Hadi, Ketua Karang Taruna, Kelurahan Kapuk.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Biro Pendidikan dan Keterampilan (Birpendik) Masjid Al Ma’mur, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, resmi membuka program Sub Pencak Silat sebagai upaya memperkuat pendidikan dan pembinaan generasi muda. Kegiatan grand opening digelar pada Minggu (3/5/2026) sore di Aula Masjid Al Ma’mur, dihadiri unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, pengurus RW, serta perwakilan Karang Taruna.

Program ini dihadirkan sebagai wadah edukatif yang tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik melalui seni bela diri pencak silat, tetapi juga pembentukan karakter serta penanaman nilai-nilai keislaman.

Lurah Kapuk, M. Arief Budiman, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua, menunjukkan bahwa program ini sangat dibutuhkan.

“Pertunjukannya sangat baik dan mendapat respons positif dari masyarakat. Ini menjadi langkah penting dalam pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, pencak silat memiliki peran strategis tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental, spiritual, serta pelestarian budaya bangsa.

“Tujuannya agar generasi muda tidak terjerumus pada kegiatan negatif. Dengan adanya wadah ini, mereka bisa lebih terarah,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya nilai religius dalam kegiatan tersebut. Dengan lokasi latihan di lingkungan masjid, peserta tetap didorong untuk menjalankan ibadah di sela aktivitas.

“Ketika waktu salat tiba, mereka juga melaksanakan ibadah. Ini bagian dari pembinaan akhlak,” jelasnya.

Pihak kelurahan, lanjut Arief, mendukung penuh kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas, termasuk area masjid dan halaman kantor kelurahan.

Ketua Karang Taruna Unit RW 003 Kelurahan Kapuk, Sofyan Hadi, menyebut program ini menjadi solusi atas minimnya wadah pengembangan minat dan bakat anak.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan mulai dari usia dini hingga dewasa, sekaligus mengurangi aktivitas kurang produktif seperti penggunaan gawai berlebihan,” katanya.

Ia menambahkan, program ini terbuka bahkan untuk anak usia 4 tahun dan diberikan secara gratis, baik pendaftaran maupun biaya latihan.

“Semua gratis untuk masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Karang Taruna berencana mengembangkan program lanjutan, seperti pelatihan bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin, serta berbagai keterampilan lainnya.

Ketua DKM Masjid Al Ma’mur sekaligus Ketua RT 07/03, H. Suradji, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif.

“Pencak silat menjadi media pembinaan menyeluruh, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujarnya.

Ia menegaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. DKM pun memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas dan ruang kegiatan.

Selain itu, DKM juga menjalankan program sosial “Sedekah Subuh” sejak pandemi Covid-19, yang berhasil menghimpun dana jutaan rupiah setiap pekan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Pimpinan Padepokan Pencak Silat Pitulung Congkok, Bachtiar Jam’an atau Abah Meong, menyampaikan bahwa saat ini kegiatan masih difokuskan pada tahap pendaftaran.

“Hari ini kita membuka pendaftaran. Gratis bagi masyarakat yang ingin bergabung,” ujarnya.

Ia menambahkan, jadwal latihan akan disusun setelah jumlah peserta terdata. Abah Meong juga dikenal aktif melestarikan pencak silat tradisional Betawi hingga ke tingkat internasional.

Melalui program ini, diharapkan minat generasi muda terhadap pencak silat semakin meningkat sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.(*/hel)