Seputarpublik, Jakarta – Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB) menggelar Pra-Kongres guna membahas sejumlah permasalahan adat yang berlangsung di Ecovention Hall, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (13/5/2023).
Beberapa permasalahan yang dibahas antara lain adalah Kaidah Kelembagaan Adat, Kaidah Kepemimpinan Adat, dan Rekomendasi Adat MAPKB, seperti yang dikatakan Ketua MAPKB, H Marullah Matali, yang juga menjabat sebagai Deputi Gubernur bidang Pariwisata dan Budaya ini.
“Beberapa poin tersebut harus dibahas guna memperjelas dasar kebudayaan dan eksistensi Betawi di Indonesia.
Selain itu, Pra-Kongres ini dibuat untuk menjawab tantangan zaman yang harus dihadapi kaum Betawi karena DKI Jakarta dalam waktu dekat sudah tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara lagi.
“Semoga MAPKB dapat berkontribusi secara positif, bukan hanya bagi orang Betawi dan warga Jakarta, tapi juga bangsa, negara, dan agama,” jelas H Marullah.
Nantinya, setelah pra kongres selesai, MAPKB akan menggelar kongres utama yang akan berlangsung pada 9 Juni 2023.
Dirinya berharap dengan adanya kongres ini, kesatuan suku Betawi di seluruh Indonesia semakin kompak dan siap berkontribusi baik untuk kepentingan masyarakat.
Sejumlah organisasi-organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Masyarakat Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 juga hadir dalam kegiatan pra kongres ini.
Komentar