Seputarpublik.com || LEBAK BANTEN, — Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan Haul Ki Buyut Santri Kedung yang digelar di Kampung Lebak Makam, Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan yang berlangsung dalam momentum Muharram 1448 Hijriah tersebut dipimpin oleh Ketua Panitia, Pendi, serta dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, para sesepuh kampung, dan warga setempat. Mereka berkumpul untuk memanjatkan doa bagi leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kebersamaan jamaah dan panitia juga terlihat dalam sesi foto bersama di depan spanduk bertuliskan “Haul Ki Buyut Santri Kedung Muharram 1448 H”. Momen tersebut menjadi bagian dari ungkapan kebersamaan dan penghormatan masyarakat terhadap sosok Ki Buyut Santri Kedung.
Pendi: Haul Menjadi Tradisi untuk Menghormati Jasa Leluhur
Ketua Panitia Haul, Pendi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap jasa para leluhur dan ulama yang telah menyebarkan agama Islam di wilayah Pasir Kacapi dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, acara Haul Ki Buyut Santri Kedung tahun ini berjalan lancar dan khidmat. Ini adalah tradisi baik yang harus kita lestarikan. Tujuannya untuk mendoakan leluhur kita, mengingat jasa-jasa beliau, dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Pendi.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan doa bersama dan tahlil, tetapi juga tausiyah keagamaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan perjuangan para sesepuh kepada generasi muda.
“Kami berharap dengan haul ini, generasi muda di Kampung Lebak Makam khususnya, bisa mengenal siapa Ki Buyut Santri Kedung dan bisa meneladani akhlak beliau. Semoga kampung kita selalu diberikan keberkahan,” tambahnya.
Pererat Silaturahmi dan Jaga Kekompakan Warga
Pelaksanaan haul mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Lebak Makam, Desa Pasir Kacapi. Warga berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi, mempererat kerukunan, dan memelihara kekompakan masyarakat.
Selain menjadi momentum untuk mendoakan leluhur, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga lintas generasi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan penghormatan terhadap sejarah kampung.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara warga dan panitia dalam suasana kekeluargaan.
Melalui kegiatan Haul Ki Buyut Santri Kedung, masyarakat berharap tradisi yang diwariskan para pendahulu tetap terjaga dan dapat menjadi sarana memperkuat silaturahmi serta menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.
*(Penulis: AN)
Seputarpublik.com — Tepat dan Berimbang.