Seputarpublik.com, JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat capaian penting dalam penanganan pengungsi bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera. Setelah Sumatera Barat lebih dulu mencapai target nol pengungsi di tenda, kini Sumatera Utara juga berhasil merelokasi seluruh penyintas bencana ke hunian yang lebih layak menjelang Lebaran 2026.
Seluruh korban terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara kini telah meninggalkan tenda pengungsian dan berpindah ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh pemerintah bersama lembaga nonpemerintah.
Berdasarkan laporan harian Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera per 14 Maret 2026, terjadi penurunan signifikan jumlah pengungsi yang masih berada di tenda.
Sebelumnya tercatat sebanyak 1.314 kepala keluarga (KK) masih berada di tenda pengungsian. Namun kini jumlah tersebut berkurang menjadi 812 KK, atau menurun sebanyak 502 KK.
Saat ini, seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda berada di wilayah terdampak bencana di Aceh. Sementara itu, di Sumatera Utara seluruh pengungsi telah berhasil direlokasi ke hunian yang lebih layak.
Komentar