Seputar Publik / Berita

Holding Perkebunan Nusantara Percepat PSR di Riau, PTPN IV PalmCo Siap Dukung Program B50 dengan 17.100 Hektare Sawit Diremajakan

PTPN IV Regional III telah merealisasikan peremajaan sawit rakyat seluas 12.600 hektare dan menargetkan total 17.100 hektare pada 2026 guna meningkatkan produktivitas petani sekaligus mendukung implementasi biodiesel B50.
PTPN IV PalmCo mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat di Riau dengan target 17.100 hektare hingga akhir 2026 guna meningkatkan produktivitas petani dan mendukung kebijakan biodiesel B50. PTPN IV PalmCo mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat di Riau dengan target 17.100 hektare hingga akhir 2026 guna meningkatkan produktivitas petani dan mendukung kebijakan biodiesel B50.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan percepatan Program PSR juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung implementasi kebijakan biodiesel B50 yang direncanakan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

> "Kami ingin turut ambil bagian dalam meningkatkan produksi CPO nasional dengan memperkuat petani sawit sehingga produktivitas mereka meningkat dan pada akhirnya dapat mendukung kebijakan pemerintah menjadikan sawit sebagai sumber energi baru terbarukan," jelasnya.

Penerapan kebijakan B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang 2026 melalui pengurangan impor bahan bakar minyak jenis solar.

Kemitraan Libatkan 28 Ribu Petani

Secara keseluruhan, PTPN IV Regional III telah membangun kemitraan plasma seluas 56.500 hektare yang melibatkan lebih dari 28.000 petani sejak perusahaan berdiri.

Sebagian besar petani mitra kini tengah menjalankan Program PSR guna mengganti tanaman sawit tua dengan tanaman baru yang lebih produktif dan berdaya saing.

Keberhasilan program tersebut, menurut Bambang, tidak terlepas dari sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan.

> "Kami juga didukung oleh teman-teman Aspekpir dalam mengakselerasi program ini sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Tulis Komentar

Komentar