Beranda
Seputar Publik / Berita

Huntara Layak Bangkitkan Harapan Penyintas Bener Meriah

Satgas PRR percepat pemulihan pascabencana, bantuan dan pembangunan hunian tetap disiapkan untuk kembalikan kehidupan warga.
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian meninjau hunian sementara di Bener Meriah, Aceh, yang kini menghadirkan harapan baru bagi para penyintas. Ketua Satgas PRR Tito Karnavian meninjau hunian sementara di Bener Meriah, Aceh, yang kini menghadirkan harapan baru bagi para penyintas.

Seputarpublik.com, BENER MERIAH — Senyum para penyintas bencana di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mulai kembali merekah seiring tersedianya hunian sementara (huntara) yang layak dan memadai.

Momen haru tergambar saat Kartini, salah satu penyintas, bertemu dengan Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri, saat meninjau langsung kondisi huntara, Senin (20/4/2026).

Kartini tak kuasa menahan emosi ketika mengingat masa sulit dua bulan lalu, saat ia kehilangan suaminya akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

“Waktu itu saya bingung memikirkan nasib anak-anak setelah suami saya hanyut. Namun, Pak Tito berjanji akan segera membangun hunian layak untuk kami,” ungkap Kartini.

Kini, setelah menempati huntara, kondisi kehidupannya bersama dua anaknya berangsur membaik. Ia mengaku fasilitas yang tersedia jauh lebih layak dibandingkan saat masih tinggal di tenda darurat.

“Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Kehidupan kami jauh lebih baik sekarang,” tuturnya.

Dalam kunjungannya, Tito menilai kondisi penyintas di Desa Tunyang mengalami perubahan signifikan. Hunian sementara yang dibangun tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi fasilitas publik seperti sanitasi, tempat bermain anak, sarana olahraga, aula, dan masjid.

“Perbedaannya sangat terasa dibanding dua bulan lalu. Dulu mereka menangis, sekarang sudah bisa tersenyum dan tertawa,” ujar Tito.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah melalui Satgas PRR terus mempercepat penyaluran bantuan bagi penyintas. Bantuan tersebut meliputi jaminan hidup (jadup) sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan isi hunian sebesar Rp3 juta, serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari skema pemulihan pascabencana untuk memastikan keberlangsungan hidup penyintas sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) rampung.

Tito juga meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk segera menyelesaikan pendataan calon penerima huntap, termasuk menentukan skema pembangunan, baik secara in-situ di lokasi semula maupun dalam bentuk hunian komunal.

“Saya membutuhkan data tersebut secepatnya agar proses pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini diharapkan mampu mengembalikan kehidupan penyintas secara bertahap, sekaligus menghadirkan kembali rasa aman dan harapan bagi masyarakat terdampak bencana.(red)*