Beranda
Seputar Publik / Berita

Juara Liga TOPSkor Riau 2026, SSB Binaan PTPN Group Siap Berlaga di Pentas Nasional

SSB PTPN IV Regional III menjuarai Liga TOPSkor Series Pekanbaru setelah mengalahkan Benecia FA 2-1 pada laga penentu dan membawa nama Riau ke putaran nasional.
1001163493SSB PTPN IV Regional III merayakan keberhasilan menjuarai Liga TOPSkor Series Pekanbaru 2026 dan bersiap membawa nama Riau ke putaran nasional di Bogor. 1001163493SSB PTPN IV Regional III merayakan keberhasilan menjuarai Liga TOPSkor Series Pekanbaru 2026 dan bersiap membawa nama Riau ke putaran nasional di Bogor.

Seputarpublik.com || PEKANBARU — Sekolah Sepak Bola (SSB) PTPN IV Regional III, klub sepak bola muda binaan PTPN Group, menorehkan prestasi dengan menjuarai Liga TOPSkor Series Pekanbaru 2026.

Gelar tersebut sekaligus memastikan tim kelompok usia di bawah 16 tahun itu menjadi wakil Provinsi Riau untuk berlaga pada putaran nasional yang dijadwalkan berlangsung di Bogor pada akhir Juli 2026.

Keberhasilan tersebut diraih setelah para pemain menjalani kompetisi selama tiga bulan yang diikuti 11 tim dari Provinsi Riau. Kompetisi berlangsung di Kota Pekanbaru sejak April 2026.

Perjalanan SSB PTPN IV Regional III menuju gelar juara berlangsung ketat. Selama sepuluh pekan, Benecia FA memimpin klasemen, sementara SSB PTPN IV Regional III berada di posisi kedua.

Penentuan gelar juara akhirnya terjadi pada pertandingan terakhir ketika kedua tim bertemu dalam laga yang sekaligus menjadi penentu posisi puncak klasemen.

Dalam pertandingan tersebut, skuad muda PTPN IV tampil percaya diri dan mampu meraih kemenangan 2-1 atas Benecia FA. Dua gol PTPN IV masing-masing dicetak M. Hanif Habiburahman dan Rezky Yulandris Simanjuntak.

Hasil tersebut mengantarkan SSB PTPN IV Regional III ke posisi teratas sekaligus memastikan gelar juara pada momen penentuan kompetisi.

PTPN IV Regional III menutup kompetisi dengan catatan 31 poin dari 10 kemenangan dan satu hasil imbang tanpa kekalahan. Tim asuhan Philep Hansen Maramis tersebut mencetak 33 gol dan hanya kebobolan delapan gol, unggul satu poin atas Benecia FA.

Ketua SSB PTPN IV Regional III, Juniadi, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten, mulai dari pembentukan karakter, disiplin latihan hingga penguatan mental bertanding pemain.

Menurutnya, keberhasilan menyalip pemuncak klasemen pada pertandingan terakhir menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga fokus dan kepercayaan diri hingga kompetisi berakhir.

> “Anak-anak menunjukkan karakter yang luar biasa. Selama kompetisi mereka terus berada di belakang pemuncak klasemen, tetapi tidak pernah kehilangan semangat. Mereka percaya kesempatan itu akan datang, dan ketika pertandingan penentuan tiba, mereka mampu menjawab tantangan dengan permainan terbaiknya. Ini adalah sejarah bagi SSB PTPN IV Regional III,” kata Juniadi.

Sapu Bersih Penghargaan Individu

Selain menjadi juara kompetisi, SSB PTPN IV Regional III juga meraih sejumlah penghargaan individu.

Empat penghargaan berhasil diraih, yakni Pemain Terbaik oleh M. Hanif Habiburahman, Pencetak Gol Terbanyak oleh Nadhif Muzhafaran dengan torehan 11 gol, Penjaga Gawang Terbaik oleh Nabil Fathurrahman, serta Pelatih Terbaik yang diraih Philep Hansen Maramis.

Bagi Philep, keberhasilan menjadi juara bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan awal dari tantangan berikutnya di tingkat nasional.

Karena itu, tim pelatih mulai menyusun program persiapan agar para pemain dapat menghadapi persaingan dengan wakil-wakil dari berbagai daerah di Indonesia.

Philep menjelaskan, fokus persiapan dalam beberapa pekan ke depan mencakup peningkatan kondisi fisik pemain agar mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit. Selain itu, aspek taktikal juga akan diperkuat melalui penyempurnaan organisasi permainan dan transisi antarlini.

Pembinaan mental turut menjadi perhatian. Menurut Philep, atmosfer kompetisi nasional akan menghadirkan tantangan yang berbeda sehingga pemain harus mampu menghadapi tekanan, menjaga konsentrasi, dan membangun kepercayaan diri tanpa kehilangan kerendahan hati.

> “Kami ingin anak-anak datang ke putaran nasional sebagai tim yang siap bersaing. Persiapan fisik akan kami tingkatkan, begitu juga mental bertanding mereka. Kami ingin para pemain tetap tenang dalam tekanan, percaya pada kemampuan sendiri, dan menikmati setiap pertandingan. Jika fisik, mental, dan kerja sama tim terjaga, kami optimistis mampu memberikan penampilan terbaik,” ujar Philep, yang pernah mengampu klub nasional PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan.

Bawa Nama Riau ke Pentas Nasional

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menyampaikan apresiasi atas pencapaian SSB PTPN IV Regional III.

Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan perusahaan, tetapi juga membawa nama Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau ke tingkat nasional.

> “Selamat kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan orang tua atas pencapaian yang luar biasa ini. Kalian telah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Kini, tantangan berikutnya adalah membawa nama Riau bersaing dengan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia,” jelas Bambang.

Ia menegaskan, manajemen akan terus mendukung pembinaan olahraga usia dini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan berprestasi.

> “Kami berharap anak-anak tetap rendah hati, terus bekerja keras, menjaga sportivitas, dan menikmati setiap proses. Jangan terbebani oleh hasil, tetapi tunjukkan karakter terbaik di setiap pertandingan. Kami optimistis tim ini mampu memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional,” demikian Bambang.

Dengan keberhasilan tersebut, SSB PTPN IV Regional III kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di putaran nasional. Prestasi di Liga TOPSkor Series Pekanbaru menjadi modal bagi skuad muda tersebut untuk membawa semangat dan nama Provinsi Riau dalam persaingan sepak bola usia muda di tingkat nasional.(Adv)*