Sebagai contoh, tingkah laku dan ucapan Menteri Keuangan RI Purbaya yang baru dilantik mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial salah satunya menganggap bahwa gerakan 17+8 sebagai suara sebagian kecil rakyat. Menurut Purbaya, tuntutan itu akan hilang secara otomatis, apabila dia berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi 6 hingga 7 persen.
Menurutnya, masyarakat akan sibuk mencari kerja dan makan enak dibandingkan memilih berdemontrasi. Pernyataan kontroversial ini menuai kritik dari netizen beramai-ramai.
Pernyataan Menteri Keuangan yang baru itu memandang netizen sebagai pernyataan yang mengedepankan arogansi atau kepongahan serta tidak berempati pada keadaan saat ini yang serba sulit. Bagaikan daun kering yang mudah terbakar.
Apabila kita analisis menggunakan teori konformitas sosial dimana teori ini menjelaskan bagaimana individu mengubah sikap, kenyakinan, atau prilaku mereka agar sesuai dengan norma atau harapan kelompok sosial tersebut.
Komentar