Beranda
Seputar Publik / Berita

Khitanan Massal Jakarta Pecahkan Rekor MURI, Gubernur Pramono Anung Targetkan 5.000 Peserta pada HUT ke-500 Jakarta

Program CSR PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta diikuti 2.445 anak, melampaui target awal dan menjadi tonggak pelayanan kesehatan sosial menuju peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadir pada penutupan Khitanan Massal Jakarta di Balai Kota, setelah program sosial yang digelar PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta berhasil diikuti 2.445 anak dan melampaui target peserta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat hadir pada penutupan Khitanan Massal Jakarta di Balai Kota, setelah program sosial yang digelar PAM JAYA bersama TP PKK DKI Jakarta berhasil diikuti 2.445 anak dan melampaui target peserta.

Seputarpublik.com  || JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat capaian baru melalui penyelenggaraan Khitanan Massal Jakarta yang berhasil meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Program sosial tersebut diikuti 2.445 anak, melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta.

Penghargaan Rekor MURI diserahkan pada acara penutupan Khitanan Massal di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/7/2026), yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Program yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM JAYA tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung di enam wilayah administrasi Jakarta sejak 23 Juni hingga 8 Juli 2026.

Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masih menjadi kebutuhan penting bagi warga. Menurutnya, keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, BUMD, tenaga kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat.

> "Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 2.445 orang, melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta. Ini menunjukkan program pelayanan kesehatan seperti ini memang sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Pramono.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan berkeadilan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Jakarta yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.

Menurut Pramono, penghargaan Rekor MURI bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi menjadi motivasi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Menjelang peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta pada 2027, Pramono menargetkan penyelenggaraan Khitanan Massal dengan skala yang lebih besar. Ia meminta PAM JAYA mulai mempersiapkan pelaksanaan tahun depan dengan target 5.000 peserta.

> "Semakin banyak program sosial yang lahir dari semangat gotong royong, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat," katanya.

Selain memperluas layanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan sejumlah program pelayanan publik untuk menyambut peringatan lima abad Jakarta. Di antaranya rencana tarif transportasi umum sebesar Rp1 dan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI Jakarta selama lima hari perayaan.

Menurut Pramono, kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan perekonomian Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan program Khitanan Massal merupakan salah satu kegiatan CSR yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Ia menjelaskan, pada awal pelaksanaan program hanya melayani sekitar 150 peserta. Kini jumlah peserta meningkat menjadi 2.445 anak.

> "Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi bersama TP PKK Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Arief.

Arief menambahkan, keberhasilan program sosial tersebut berjalan seiring dengan peningkatan layanan air bersih PAM JAYA. Hingga pertengahan 2026, cakupan pelayanan air bersih perusahaan telah mencapai sekitar 82 persen wilayah Jakarta.

Ke depan, PAM JAYA juga akan melanjutkan berbagai program sosial lainnya, termasuk penyaluran 5.000 toren air kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat akses air bersih bagi warga Jakarta.

Keberhasilan meraih Rekor MURI melalui Khitanan Massal Jakarta menjadi gambaran kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif. Target 5.000 peserta pada peringatan HUT ke-500 Jakarta diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk memperluas manfaat program sosial bagi masyarakat ibu kota.(*/hel)