Seputar Publik, Jakarta – Ribuan penonton lintas generasi tumpah ruah di BCIS, Ancol, pada Minggu (17/8) untuk menyaksikan Konser JUMBO : Keajaiban Musik dan Cerita Kita. Digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, konser ini berhasil menyatukan musik, cerita, dan semangat kebersamaan dalam satu perayaan meriah yang penuh emosi.
Sejak pagi, kawasan Kampung Seruni–area festival sebelum konser–sudah dipadati pengunjung. Selain perlombaan khas 17 Agustusan, terdapat photobooth bertema rumah Oma dan markas Geng JUMBO, area permainan anak, hingga aktivitas interaktif yang membuat konser ini terasa seperti pesta rakyat modern.
Panggung Megah, Kolaborasi Magis
Konser dibuka secara teatrikal lewat monolog Den Bagus Sasono yang membawa penonton memasuki dunia “gelembung” dari film JUMBO. Ketika layar panggung terbuka, sorak meriah langsung pecah saat Maliq & D’Essentials melantunkan lagu ikonik Kumpul Bocah ditemani penyanyi cilik dari Jakarta Movin.
Suasana makin hidup dengan sapaan hangat dari Aci Resti dan Rachel Amanda, yang mengajak penonton memasuki Kampung Seruni. Tak lama, Geng JUMBO hadir di panggung, menciptakan energi penuh keceriaan yang membuat seluruh penonton larut dalam suasana persahabatan.
Salah satu momen paling emosional adalah ketika Don (Prince Poetiray) dan Meri (Quinn Salman) tampil bersama membawakan Dengar Hatimu. Adegan Meri yang “terbang” ke panggung membuat ribuan penonton terpesona, sebelum akhirnya larut bernyanyi bersama.
Tak hanya itu, kolaborasi spesial Don dengan RAN di lagu Selamat Pagi hingga aksi Kids Ansambel mengayuh sepeda di tengah penonton lewat lagu Sepeda menambah keceriaan.
Sementara itu, tiga pemenang kompetisi berkesempatan tampil sepanggung bersama Geng JUMBO membawakan Selalu Ada di Nadimu, menciptakan suasana inklusif yang hangat.
Momen unik juga terjadi saat Don membawakan Anak Gembala ditemani kambing-kambing milik Nurman yang ikut naik panggung, memancing sorak gembira dari ribuan penonton.
Kehangatan Keluarga Don, Hingga Diva Legendaris
Bagian paling menyentuh hadir ketika Bunga Citra Lestari sebagai Ibu Don membawakan Selalu Ada di Nadimu secara solo dengan penuh penghayatan. Disusul Ariel Noah sebagai Ayah Don yang melantunkan Ambilkan Bulan Bu, menghadirkan keintiman keluarga di tengah panggung megah.
Kehadiran Quinn Salman yang membawakan Tiba-Tiba hingga mengajak ribuan penonton menyanyikan Bintang Kecil juga menambah kesan nostalgia dan kebersamaan lintas usia.
Puncak konser makin emosional saat keluarga Don—BCL, Ariel Noah, dan Prince Poetiray—bersatu di lagu utama Selalu Ada di Nadimu. Kehangatan itu ditutup dengan kejutan istimewa: Vina Panduwinata hadir membawakan Kumpul Bocah bersama seluruh line-up artis. Ribuan suara penonton berpadu, menutup konser dengan harmoni yang penuh makna.
Lebih dari Sekadar Konser
CEO Visinema Studios, Herry Salim, menegaskan bahwa JUMBO adalah bukti bagaimana sebuah cerita bisa tumbuh melampaui layar.
"Konser JUMBO menunjukkan komitmen kami untuk menjadikan cerita sebagai pengalaman yang relevan, menyentuh, dan bermakna lintas generasi,” ujarnya.
Sementara CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menambahkan bahwa konser ini memang dirancang sebagai pengalaman berkesan untuk keluarga.
"Bagi banyak anak, mungkin ini konser pertama mereka. Kami ingin momen ini menjadi core memory yang tak terlupakan bersama orang tua mereka,” tuturnya.
Tak hanya meriah, konser ini juga membawa pesan solidaritas. Sebagian hasil tiket didedikasikan untuk program Save the Children Indonesia, mendukung perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan partisipasi anak di seluruh Indonesia.
Cerita yang Hidup di Hati Semua
Konser JUMBO : Keajaiban Musik dan Cerita Kita bukan sekadar pertunjukan musik. Ia adalah perayaan kebersamaan, cerita, dan kemerdekaan yang mampu menyatukan ribuan hati dalam satu momen penuh warna. Lebih dari itu, konser ini menjadi bukti bahwa musik dan cerita bisa hidup di hati semua orang dan diwariskan lintas generasi.
(*/hel)