Upaya tersebut sejalan dengan penguatan identitas Bondowoso sebagai sentra kopi unggulan nasional. Pemerintah daerah setempat bahkan mengusung branding “Bondowoso Republik Kopi” untuk memperluas pengakuan di pasar global.
Penguatan Hulu dan Hilir
Di sisi hulu, Manajer Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa perusahaan tengah menjalankan program peremajaan tanaman (replanting) guna menjaga produktivitas kebun.
“Sebagian tanaman sudah memasuki usia tidak produktif, sehingga perlu diganti dengan bibit unggul tersertifikasi,” jelasnya.
Selain itu, perusahaan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan memperkuat sistem ketertelusuran (traceability) untuk memenuhi standar pasar global, khususnya pada segmen kopi premium.
Di sektor hilir, modernisasi dilakukan pada proses pascapanen, termasuk pengolahan dan penyimpanan biji kopi guna menjaga kualitas sebelum ekspor.
“Pembeli saat ini tidak hanya melihat kualitas rasa, tetapi juga aspek keberlanjutan dan transparansi proses produksi,” tambah Hastudy.
Peluang Ekspansi Global
Pengiriman ke Amerika Serikat dan Inggris pada awal tahun ini dinilai sebagai langkah awal untuk memperluas penetrasi pasar global. Dengan dukungan program peremajaan dan optimalisasi kebun, perusahaan optimistis dapat meningkatkan volume ekspor ke berbagai negara tujuan lain sepanjang 2026.
“Kami melihat peluang pasar masih terbuka lebar, terutama untuk kopi premium dengan karakter rasa yang kuat,” tutupnya.(Adv)*
Komentar