Latihan yang dipandu pemimpin Korut Kim Jong Un itu memastikan kesiapan perang unit ICBM dan “militansi luar biasa” dari kekuatan strategis negara itu, serta membuktikan keandalan mereka, menurut kantor berita resmi KCNA.
Uji coba ICBM tersebut dilakukan hanya beberapa jam sebelum pemimpin Jepang dan Korsel bertemu di Tokyo untuk membahas sejumlah isu, termasuk kerja sama untuk merespons ancaman Pyongyang.
Pemimpin itu juga menegaskan bahwa Korea Utara akan “bereaksi terhadap senjata nuklir dengan nuklir dan konfrontasi frontal dalam bentuk barang,” dan menyerukan untuk secara ketat mempertahankan postur respons cepat pasukan strategis untuk mengatasi konflik bersenjata dan perang apa pun, tambahnya.
Korut melakukan beberapa peluncuran ICBM Hwasong-17 tahun lalu, yang mampu melesat hingga 15 ribu kilometer dan mencapai daratan AS, tetapi baru pertama kali Pyongyang mengaku menggunakan rudal tersebut dalam latihan.
Komentar