Seputar Publik / Internasional

Korut Tegaskan Peluncuran Rudal Hwasong-17  Sebagai Peringatan Keras bagi Para Musuh

Peluncuran rudal balistik Peluncuran rudal balistik

Kim mengungkapkan “kepuasan luar biasa” atas latihan tersebut dan menekankan perlunya “menimbulkan rasa takut kepada musuh” dan “benar-benar mencegah perang”, menurut KCNA.

Dia juga mengulangi pernyataannya bahwa Korut akan “bereaksi terhadap senjata nuklir dengan nuklir dan konfrontasi frontal apa pun” serta meminta agar respons cepat pasukan strategis dipertahankan untuk menghadapi setiap konflik bersenjata dan perang, kata kantor berita itu.

Foto-foto yang dirilis media resmi tersebut memperlihatkan Kim ditemani putrinya saat memandu peluncuran rudal tersebut.

Kim menuduh AS dan Korsel menunjukkan permusuhan secara terbuka dengan mengadakan latihan militer besar-besaran di Semenanjung Korea dan sekitarnya.

Selama 11 hari mulai Senin,​​​​​​​ Seoul dan Washington menggelar Freedom Shield (Perisai Kebebasan), latihan militer besar-besaran yang pertama dalam lima tahun.

Korut mengecam latihan itu sebagai persiapan melakukan invasi.

Hwasong-17, yang diluncurkan dari Bandara Internasional Pyongyang, terbang hingga ketinggian maksimum 6.405 kilometer sejauh 1.000,2 kilometer selama 1 jam, sembilan menit dan 11 detik sebelum mendarat tepat di daerah target di perairan terbuka, kata KCNA.

Kantor berita itu melaporkan bahwa peluncuran rudal tersebut tidak berdampak negatif terhadap keamanan negara-negara tetangga.

Kementerian Pertahanan Jepang pada Kamis (16/3/2023) mengatakan rudal itu diyakini jatuh di luar zona ekonomi eksklusif negara itu di Laut Jepang setelah terbang selama 70 menit, tetapi tidak ada laporan tentang kerusakan pesawat atau kapal.

Rudal tersebut ditembakkan pada jalur vertikal yang curam atau lintasan “loft”, menurut militer Korsel.

Tulis Komentar

Komentar