Seputarpublik, Jakarta – Legenda dunia atletik Dick Fosbury, yang merevolusi cabang olahraga lompat tinggi dengan gaya khasnya “Fosbury flop”, telah meninggal dunia pada usia 76 tahun, demikian laporan AFP, Senin (13/3/2023).
Agen Fosbury, Ray Schulte lewat pernyataan resmi mengatakan peraih medali Olimpiade 1968 itu meninggal pada Minggu (12/3/2023) pagi, karena limfoma atau kanker kelenjar getah bening.
“Dick akan sangat dirindukan oleh teman-temannya dan penggemarnya di seluruh dunia. Seorang legenda sebenarnya, dan teman bagi semua,” kata Schulte setelah mengumumkan berita kematian Fosbury.
Lahir di Portland, Oregon pada 6 Maret 1947, Fosbury menjadi salah satu atlet paling berpengaruh dalam sejarah atletik karena mengembangkan pendekatan yang berbeda dalam melompat.
Sebelum Olimpiade Mexico City 1968, semua atlet lompat tinggi melompat dengan cara berguling ke depan atau ke samping ketika melewati mistar.
Fosbury mengubah pendekatan konvensional itu dengan cara melompat terbalik dan punggung terlebih dahulu untuk memenangi emas Olimpiade tahun itu dengan catatan lompatan setinggi 2,24m.
Metode tersebut dipelajari para atlet yang terinspirasi kesuksesan Fosbury dan menjadi teknik standar para atlet elite cabang lompat tinggi sekarang ini.
Komentar