Seputarpublik.com || TANGERANG, — Perkembangan teknologi digital semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, berkomunikasi, dan menyampaikan pendapat. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan etika, sikap kritis, dan tanggung jawab agar ruang digital tidak dipenuhi informasi menyesatkan, ujaran kebencian, maupun konten yang merugikan orang lain.
Pentingnya membangun budaya bermedia digital yang sehat menjadi salah satu pembahasan dalam Webinar Merajut Nusantara yang diselenggarakan BAKTI Komdigi bersama DPR RI, Selasa (13/10/2026). Kegiatan bertema “Budaya Bermedia Digital” tersebut dilaksanakan secara daring dari Studio RKT, Tangerang.
Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Abdurrahman, menekankan bahwa kemampuan menggunakan teknologi perlu diiringi pembentukan karakter dan kesadaran dalam memanfaatkan media digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak serta-merta menjadikan penggunanya lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Karena itu, budaya digital yang sehat perlu dimulai dari kesadaran setiap individu bahwa aktivitas di internet memiliki konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain.
Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghormati perbedaan pendapat, serta menghindari perilaku yang berpotensi memicu konflik di ruang digital.
Teknologi digital memang memberikan banyak kemudahan, tetapi penggunaannya harus disertai etika dan tanggung jawab. Kemampuan memanfaatkan teknologi, menurut pesan yang disampaikan dalam webinar tersebut, semestinya berjalan seiring dengan sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama.
Literasi Digital Dimulai dari Sikap Kritis
Mahfudz juga menyoroti pentingnya membangun mentalitas masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi. Pengguna media digital diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya, terlebih ikut menyebarkannya hanya karena menarik perhatian.
Sikap kritis perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan digital. Masyarakat perlu mampu membedakan informasi faktual, opini, dan konten yang berpotensi memengaruhi atau menyesatkan publik.
Selain untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, media digital juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Ruang digital diharapkan menjadi sarana berbagi pengetahuan dan memperkuat hubungan sosial, bukan tempat untuk saling menyerang atau menyebarkan kebencian.
Budaya digital yang baik, sebagaimana menjadi salah satu pesan utama dalam pembahasan tersebut, tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh sikap dan perilaku penggunanya. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat, aman, dan bermanfaat.
BAKTI Komdigi dan DPR RI Dorong Budaya Digital Bertanggung Jawab
Webinar Merajut Nusantara tersebut turut menghadirkan Sudarmanto, Pelaksana Tugas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah, serta Abdul Khoir sebagai narasumber.
Melalui kegiatan ini, BAKTI Komdigi bersama DPR RI mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya budaya bermedia digital yang bertanggung jawab.
Penguatan literasi, etika, dan kesadaran pengguna diharapkan berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan ruang digital secara cerdas, santun, kritis, dan bertanggung jawab.
Upaya membangun budaya digital yang sehat menjadi penting agar kemajuan teknologi tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
*(Penulis; Redaksi)