Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang secara perlahan dapat menggeser budaya lokal. Karena itu, generasi muda, khususnya Generasi Z, diharapkan mampu menyerap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan akar budaya serta nilai-nilai luhur yang dimiliki.
> “Kemajuan zaman wajib kita ikuti. Teknologi dan ilmu pengetahuan harus kita kuasai. Namun akar budaya, adat istiadat, bahasa, dan nilai-nilai leluhur harus tetap dijaga sebagai identitas, kemuliaan, dan kehormatan urang Sunda,” ujarnya.
Ia juga mengajak tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, pemuda, serta seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama merawat dan melestarikan budaya daerah masing-masing sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa sejumlah warisan budaya Nusantara pernah menghadapi ancaman pengakuan oleh pihak lain akibat kurangnya perhatian dan perlindungan. Oleh sebab itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga berbagai kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
Berbagai unsur budaya yang perlu terus dilestarikan, kata dia, meliputi bahasa daerah, aksara tradisional, adat istiadat, pakaian adat, seni pertunjukan, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga nilai-nilai luhur seperti Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh yang menjadi filosofi kehidupan masyarakat Sunda.
Abah Anton menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut penting untuk menjadi fondasi pembentukan karakter generasi penerus agar proses pewarisan budaya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
> “Tanah Parahyangan adalah tanah yang kaya budaya, kaya hasil bumi, dan kaya kearifan lokal. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat, dan meneruskan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat dan tidak hilang ditelan zaman,” tuturnya.
Menutup pesannya, Abah Anton kembali mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas bangsa yang berkarakter dan berperadaban.
> “Omat Jaga Kabuyutan, Ulah Nepi Ka Direbut Ku Asing. Mari kita jaga budaya Sunda, budaya Nusantara, dan marwah para leluhur sebagai identitas bangsa yang adiluhung dan berperadaban tinggi,” pungkasnya.(Red)*
Komentar