Seputarpublik.com, JAKARTA – Ketua Umum DPP Permata MHT, Marullah Matali, menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan loyalitas anggota dalam organisasi Permata MHT.
Hal tersebut disampaikan Marullah saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Dewan Pimpinan Pusat Permata MHT bersama para pengurus serta lima koordinator wilayah, termasuk wilayah Kepulauan Seribu, yang digelar di Resto Pesisir, Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Menurut Marullah, Permata MHT memiliki ciri khas yang membedakannya dengan organisasi lain, yakni kuatnya ikatan emosional para anggota terhadap organisasi, bahkan hingga masa purna tugas.

“Selama ini banyak anggota Permata MHT yang mulai dari masa aktif sampai purna atau pensiun, di dadanya tetap ada Permata,” ujar Marullah dalam sambutannya.
Ia berharap semangat loyalitas tersebut dapat terus diwariskan kepada anggota baru maupun generasi muda yang bergabung dalam organisasi.
“Saya berharap baik yang senior maupun yang baru bergabung menjadikan semangat ini sebagai ciri khas Permata MHT,” tambahnya.
Fauzi Bowo Soroti Persatuan Masyarakat Betawi
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina Permata MHT sekaligus Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyoroti pentingnya menjaga persatuan masyarakat Betawi di tengah dinamika sosial yang berkembang.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 tersebut, menyatukan masyarakat Betawi saat ini bukan perkara mudah. Namun, upaya tersebut tetap harus dilakukan dengan semangat kebersamaan.
“Sekarang kalau menyatukan orang Betawi supaya bersatu bulat itu susah. Lonjong-lonjong dikit juga enggak masalah, yang penting tetap bersatu,” ujar Fauzi Bowo.
Ia juga menitipkan pesan kepada kepengurusan Permata MHT agar memberikan ruang yang lebih luas bagi kaum perempuan untuk berperan aktif dalam organisasi.
“Saya titip kepada kepengurusan baru Permata MHT supaya kaum ibu-ibu diberi peran dalam organisasi,” katanya.
Selain itu, Fauzi Bowo juga mendorong agar generasi muda Betawi diberikan kesempatan yang lebih besar untuk terlibat dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.
“Generasi muda harus diberi peluang. Kalau perlu sedikit dipaksa supaya mau terlibat. Ini juga berlaku untuk semua ormas kebetawian,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan yang lebih aktual mengenai anggota Majelis Kaum Betawi di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi.
“Saya sudah tidak ada pilihan karena diberi mandat oleh gubernur. Saya siap merapikan dan membereskan benang kusut di kebetawian,” katanya.
Fauzi Bowo berharap dengan semangat kebersamaan tersebut, masyarakat Betawi dapat semakin solid dan memiliki martabat di daerahnya sendiri.
“Semoga dengan niat kebersamaan ini kaum Betawi bisa bersatu dan bermartabat di daerahnya sendiri,” tuturnya.
Ajang Silaturahmi Tokoh Betawi
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus Permata MHT, di antaranya Dailami Firdaus, Ibnu Chuldun, Beky Mardani, R. Amien Haji, Haidir, serta Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono.
Turut hadir pula Fatahillah, Muhammad Nuh, Supli Ali, Hamzah, Naman Setiawan, Sutrisno Lukito, serta maestro lukis Betawi Sarnadi Adam.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran Permata MHT di tengah masyarakat Betawi.(hel)*