“Karena itulah kita perlu menambah pasukan ke sana. TNI dan Polri sudah menambah personel, namun belum cukup. Jika ingin cepat, salah satu langkah paling efektif adalah melibatkan sekolah kedinasan karena berada di bawah kendali pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) telah mengirimkan lebih dari 1.000 praja, disusul Badan Pusat Statistik (BPS) dengan sekitar 500 personel. Mendagri menilai dukungan KKP melalui pengiriman 1.142 taruna menjadi kontribusi yang sangat strategis.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri KKP dan Bapak Wakil Menteri. Bantuan ini sangat berarti dan berguna bagi percepatan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Selain membantu pemulihan fisik wilayah terdampak, Mendagri juga mendorong para taruna KKP menjadikan penugasan ini sebagai sarana praktik langsung penerapan ilmu kelautan dan perikanan. Pasalnya, banyak tambak, nelayan, serta alur sungai terdampak lumpur dan sedimentasi yang membutuhkan pendampingan teknis.
“Ini adalah praktik lapangan yang betul-betul riil, bukan sekadar teori,” pungkas Mendagri. [Red]
Puspen Kemendagri
Komentar