Seputar Publik / Berita

Mendagri Tito Karnavian Dorong Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah, Sistem Terintegrasi Mirip QRIS untuk Perkuat PAD

Inovasi sistem pembayaran pajak online diharapkan mencegah kebocoran penerimaan daerah sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian fiskal pemerintah daerah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong digitalisasi pembayaran pajak daerah berbasis sistem online terintegrasi mirip QRIS untuk memperkuat PAD serta mencegah kebocoran penerimaan daerah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong digitalisasi pembayaran pajak daerah berbasis sistem online terintegrasi mirip QRIS untuk memperkuat PAD serta mencegah kebocoran penerimaan daerah.

Seputarpublik.com, TANJUNGPINANG — Muhammad Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi digitalisasi dalam sistem pembayaran pajak daerah guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mempercepat terwujudnya kemandirian fiskal daerah.

Mendagri menjelaskan, sistem pembayaran pajak tersebut nantinya dirancang terintegrasi secara online dengan konsep yang menyerupai sistem QRIS milik Bank Indonesia.

“Kalau yang nasionalnya, saya sudah bicara dengan Gubernur BI. Beliau membuat sistem yang seperti QRIS itu, tapi online. Supaya nanti bisa di-connect dengan semua pemerintah daerah, sehingga bisa masuk langsung ke Dispenda,” jelas Tito.

Ia menegaskan, upaya peningkatan PAD seharusnya tidak dilakukan dengan menambah beban pajak baru kepada masyarakat. Menurutnya, selama ini masyarakat sebagai konsumen sudah membayar pajak saat bertransaksi di hotel, restoran, maupun kafe.

Namun, pajak tersebut terlebih dahulu dikumpulkan oleh pengusaha sebagai kolektor sebelum disetorkan kepada pemerintah daerah.

“Pertanyaannya, apakah uang itu disampaikan ke Dispenda sama dengan yang dikumpulkan?” ujar Tito saat menghadiri penutupan Kepulauan Riau Ramadan Fair 2026 di halaman Gedung Dekranasda, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (8/3/2026).

Tulis Komentar

Komentar