SAPA menegaskan pentingnya tes ulang baca Al-Qur’an dan meminta agar penyelenggara Pilkada, seperti Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memberikan waktu tambahan bagi para calon untuk memperbaiki kemampuan mereka.
“Kami meminta agar tes baca Al-Qur’an dijadwal ulang. Para calon harus diberikan waktu yang cukup untuk belajar dan memperbaiki kemampuan mengaji mereka. Mereka adalah calon pemimpin Aceh, dan seharusnya bisa menjadi contoh yang baik dalam menjalankan syariat Islam,” lanjutnya.
Menurut SAPA, video yang beredar di media sosial sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa calon pemimpin belum memenuhi standar yang diharapkan masyarakat Aceh.
“Video-video ini sangat memalukan. Bagaimana mungkin kita mengklaim bahwa Aceh adalah daerah bersyariat Islam jika pemimpin kita sendiri tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik? Ini bukan hanya masalah individu, tapi ini tentang menjaga martabat Aceh di mata dunia,” tegas Fauzan.
SAPA akan terus memantau proses ini dan mendorong agar tes ulang dilakukan dengan adil dan transparan. Mereka juga meminta masyarakat Aceh untuk turut mengawal proses ini, agar pemimpin yang terpilih benar-benar layak dan mampu menjalankan syariat Islam dengan baik.
“Tes baca Al-Qur’an bukan sekadar formalitas, tetapi ujian penting yang mencerminkan kelayakan mereka sebagai pemimpin di Aceh. Jangan sampai pemimpin yang tidak mampu mengaji dengan baik justru menjadi cermin buruk bagi masyarakat Aceh yang dikenal religius,” pungkas Ketua SAPA Fauzan Adami.(hsa)
Komentar