Beranda
Seputar Publik / Berita

Namu Balai Kota Resmi Dibuka, Warga Bisa Jelajahi Ruang Gubernur hingga Urus Paspor dan SIM

Mulai Sabtu, 3 Oktober 2026, Balai Kota DKI Jakarta dibuka untuk publik setiap akhir pekan dengan konsep wisata edukasi, sejarah, komunitas, kuliner, dan layanan publik.
Program Namu Balai Kota membuka kesempatan bagi masyarakat menjelajahi ruang-ruang bersejarah di Balai Kota DKI Jakarta sekaligus menikmati berbagai aktivitas edukasi, komunitas, dan layanan publik. Program Namu Balai Kota membuka kesempatan bagi masyarakat menjelajahi ruang-ruang bersejarah di Balai Kota DKI Jakarta sekaligus menikmati berbagai aktivitas edukasi, komunitas, dan layanan publik.

Seputarpublik.com || JAKARTA, — Balai Kota DKI Jakarta kini tidak hanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan. Mulai Sabtu, 3 Oktober 2026, masyarakat dapat menjelajahi kompleks Balai Kota melalui program Namu Balai Kota, yang memadukan wisata edukasi, sejarah, seni, budaya, komunitas, kuliner, hingga layanan publik.

Program tersebut dibuka setiap Sabtu pukul 08.00–17.30 WIB. Warga dari berbagai kalangan dapat mengikuti sejumlah aktivitas yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di lingkungan Balai Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Namu Balai Kota merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI membangun pemerintahan yang lebih terbuka sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat.

Menurut Pramono, Balai Kota tidak hanya menjadi tempat aparatur pemerintah menjalankan tugas, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan perjalanan panjang Jakarta.

“Balai Kota bukan hanya tempat aparatur pemerintah bertugas, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perjalanan Jakarta. Melalui Namu Balai Kota, kami ingin membuka kesempatan bagi warga untuk datang, berinteraksi, dan melihat secara langsung bagaimana pemerintah bekerja melayani kebutuhan mereka,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Warga Bisa Mengenal Ruang dan Sejarah Balai Kota

Namu Balai Kota dirancang melalui kolaborasi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menjadi leading sector bersama Jakarta City Branding (JCB).

Melalui program tersebut, pengunjung dapat mengikuti tur untuk mengenal sejumlah ruang penting di Balai Kota, antara lain Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City.

Pengalaman tersebut dilanjutkan dengan Jakarta Cinema Experience di Ruang Pola. Area ini menghadirkan sisi kreatif sekaligus perjalanan perkembangan Jakarta.

Program tersebut juga dirancang agar dapat dinikmati anak-anak.

Melalui Kids on Air di Studio Berita Jakarta, anak-anak dapat mencoba pengalaman menjadi reporter cilik sekaligus melihat secara langsung proses produksi berita.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Balai Kota menyimpan banyak cerita mengenai Jakarta yang perlu dikenalkan kepada masyarakat.

“Balai Kota punya banyak cerita tentang Jakarta yang mungkin belum diketahui. Datanglah bersama keluarga, ajak anak-anak, kenali ruang-ruang yang menjadi bagian dari perjalanan kota ini, lalu nikmati karya seni, kegiatan komunitas, dan kuliner,” kata Rano.

Ada Layanan Paspor hingga SIM Keliling

Namu Balai Kota tidak hanya menawarkan tur dan aktivitas rekreasi. Pemprov DKI juga menghadirkan Mini Mall Pelayanan Publik yang memungkinkan masyarakat mengakses sejumlah layanan dalam satu lokasi.

Sejumlah layanan yang tersedia antara lain pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda DKI Jakarta.

Warga juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan.

Selain itu, tersedia kegiatan pilah sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup, pembukaan rekening Bank Jakarta, serta layanan perizinan berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Layanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga tersedia.

Pengunjung bahkan dapat mengikuti pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) yang digelar Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Balai Kota Jadi Ruang Interaksi Warga

Konsep Namu Balai Kota juga tidak berhenti pada layanan pemerintahan.

Pemprov DKI menyediakan Community Playground sebagai ruang interaksi warga dan komunitas. Area tersebut dilengkapi Community Stage yang dapat digunakan untuk pertunjukan musik maupun permainan tradisional.

Kepala Diskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, pengalaman kunjungan ke Balai Kota juga didukung kanal digital agar masyarakat dapat memperoleh informasi sebelum datang.

Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui laman Jakarta Smart City dan aplikasi JAKI.

“Kami berharap akses ini dapat membantu masyarakat merencanakan kunjungan dan menikmati berbagai pengalaman yang tersedia di Balai Kota,” ujar Marulina.

Mendekatkan Pemerintahan dengan Masyarakat

Melalui Namu Balai Kota, Pemprov DKI Jakarta ingin memperluas fungsi kompleks pemerintahan tersebut sebagai ruang yang dapat dikenali dan dimanfaatkan masyarakat.

Balai Kota tidak hanya diperkenalkan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas birokrasi, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenal sejarah Jakarta, menikmati seni dan budaya, bertemu komunitas, serta mengakses sejumlah layanan pemerintah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mendekatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui ruang publik yang terbuka, inklusif, serta berorientasi pada pelayanan.

Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengenal lebih dekat Balai Kota dan sejarah Jakarta, tetapi juga memperoleh pengalaman edukasi, rekreasi, interaksi komunitas, serta akses terhadap sejumlah layanan publik dalam satu kawasan.

*Penulis; Helmi