Dari perspektif akademik, Herdhata Agusta menegaskan bahwa penerapan standar internasional merupakan langkah penting dalam memperkuat kredibilitas industri sawit Indonesia di tingkat global.
Ia menilai bahwa berbagai kampanye negatif mengenai sawit selama ini dapat dijawab melalui penerapan standar keberlanjutan yang transparan dan terverifikasi secara internasional.
“Dengan sertifikasi RSPO yang bersifat internasional, seluruh proses menjadi berstandar baku, tersertifikasi, dan diawasi secara ketat. Kriteria keberlanjutan yang diterapkan secara disiplin di lapangan akan membantu memperkuat citra sawit Indonesia di mata dunia,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Holding Perkebunan Nusantara berharap kolaborasi antara dunia akademik dan industri dapat terus diperkuat untuk meningkatkan literasi publik mengenai praktik kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.
Observasi langsung di kebun dan pabrik menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman berbasis fakta, sehingga generasi muda memiliki perspektif yang lebih komprehensif terhadap tata kelola industri kelapa sawit nasional yang terus bertransformasi menuju praktik yang lebih berkelanjutan.(Adv)*
Komentar