Seputarpublik.com || JAKARTA -- Setelah berjalan kaki sambil mencari udara segar di sekitar rumah selama 45 menit, disusul olahraga indoor 8 gerakan sekitar 15 menit, saya duduk di teras rumah. Di balik pagar ada pohon mangga berumur sekitar 6 tahun, dengan bunga-bunga calon buah yang subur. Ada sekitar 20 klaster bunga dari berbagai ranting, mencuat di antara rimbun daun yang hijau. Kalau jadi, maka ratusan buah mangga bisa dipetik dua tiga bulan lagi meski biasanya hanya sebagian yang jadi karena gugur dalam proses pembuahan.
Perasaan saya masih agak galau. Akhir pekan lalu, dengan wajah sumringah saya menyampaikan ke istri, adanya 6 biji mangga yang besarnya sudah sekitar 8-10 cm tersembul di balik dedaunan. Tersembunyi di belakang dua putik mangga kecil, sebesar kelereng, dan selama ini saya tidak lihat. Padahal hampir setiap sore, saya naik ke teras atas untuk menutup pintu, menghidupkan lampu dan sering pula menyiram pot bunga di tepi pagar bila anak lupa menjalankan tugasnya.
Komentar