Menurut Jatmiko, tren peningkatan tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem. Keterlibatan jajaran direksi dan manajemen di lapangan juga dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain aspek lingkungan, program ini turut mendukung penguatan kinerja ESG perusahaan di tingkat global. Saat ini, PTPN IV PalmCo disebut berada di peringkat kedua dunia untuk kategori agrikultur.
“Fokus kami adalah menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi serta area kritis agar tetap terkelola dengan baik,” kata Jatmiko.
Implementasi Berbasis Wilayah
Pelaksanaan program dilakukan secara serentak di tujuh region operasional dengan pendekatan yang disesuaikan kondisi ekologis masing-masing daerah.
Di Kalimantan Barat, penanaman difokuskan pada area yang rentan terhadap degradasi lahan. Karyawan PTPN IV Regional V, Ike Septiani, menyebut keterlibatan langsung karyawan mendorong rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Vegetasi yang kuat diperlukan untuk menjaga struktur tanah agar tetap stabil dan mendukung keberlanjutan operasional,” ujarnya.
Sementara itu, di Riau, konservasi difokuskan pada perlindungan ekosistem perairan. Candra Syahroni menjelaskan bahwa penanaman dilakukan di sempadan sungai guna mencegah erosi dan menjaga kualitas air.
“Penanaman di sepanjang aliran sungai menjadi prioritas, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat sekitar,” katanya.
Melalui gerakan yang melibatkan ribuan karyawan ini, PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian integral dari operasional perusahaan. Momentum Hari Bumi 2026 pun dimanfaatkan tidak sekadar seremoni, melainkan sebagai langkah nyata dalam memperluas dampak positif bagi lingkungan.(Adv)*
Komentar