Seputarpublik.com || JAKARTA — Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) mulai melakukan konsolidasi organisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi tersebut mencakup penataan organisasi, program partai, jaringan serta pemutakhiran data kepengurusan dan keanggotaan.
Ketua Umum Parsindo, KRH HM Jusuf Rizal, mengatakan konsolidasi dilakukan lebih awal untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan administrasi partai sekaligus memperkuat struktur organisasi di tingkat pusat hingga daerah.
Menurut Jusuf Rizal, langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi setelah Parsindo tidak menjadi peserta Pemilu 2024. Dalam proses menuju Pemilu 2024, Parsindo tercatat sebagai salah satu partai yang mendaftarkan diri ke KPU dan kemudian mengikuti tahapan verifikasi administrasi. Parsindo juga mengajukan sengketa proses pemilu ke Bawaslu.
“Namun, meski gagal karena rezim pemerintahan sebelumnya memiliki perbedaan fatsun politik, tetapi Partai Parsindo terus bergerak melakukan konsolidasi senyap. Sebab para loyalis Bapak HM Soeharto masih banyak,” tegas Jusuf Rizal di Jakarta.
Perbarui Data dan Struktur Organisasi
Jusuf Rizal menjelaskan, Parsindo kini melakukan pemutakhiran data yang berkaitan dengan kepengurusan dan administrasi partai, termasuk data yang nantinya diperlukan dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU.
Konsolidasi tersebut dilakukan secara simultan dengan pembenahan organisasi dan jaringan di berbagai daerah.
Langkah itu dinilai penting karena setelah Parsindo tidak menjadi peserta Pemilu 2024, terdapat sejumlah pengurus yang kemudian berpindah ke partai lain atau menjalankan aktivitas dan jabatan baru.
Salah satunya, kata Jusuf Rizal, adalah Ketua DPW Parsindo DKI Jakarta, H. Azran, yang kini menjadi anggota DPD RI dari DKI Jakarta.
Konsolidasi organisasi dilakukan dengan menata kembali struktur kepengurusan mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Pengurus yang sudah tidak aktif akan diganti sebagai bagian dari revitalisasi organisasi sekaligus persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) III Parsindo.
“Jadi kami membuka jaringan baru yang memungkinkan partai politik lain merger untuk sama-sama membesarkan partai. Sudah ada beberapa partai yang tertarik untuk bersinergi dengan Partai Parsindo. Untuk itu bagi pengurus yang tidak aktif kami revitalisasi,” tegas Jusuf Rizal.
Target Mengikuti Pemilu 2029
Mengenai prospek Parsindo menuju Pemilu 2029, Jusuf Rizal menyatakan optimistis partainya dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta pemilu.
Ia menyebut Parsindo mengusung identitas sebagai partai kerakyatan, nasionalis dan religius. Salah satu agenda yang disebut akan dikawal Parsindo adalah semangat Reformasi 1998, termasuk pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
KPU sebelumnya mencatat Parsindo sebagai salah satu partai yang mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024. Dalam proses verifikasi administrasi, Parsindo termasuk partai yang dokumennya dinyatakan lengkap untuk mengikuti tahapan verifikasi. Namun, pada tahap berikutnya Parsindo tidak melanjutkan ke verifikasi administrasi tahap kedua setelah dinyatakan tidak dapat melengkapi dokumen persyaratan hasil perbaikan.
Parsindo kemudian menempuh jalur sengketa. Bawaslu mencatat permohonan Parsindo dalam perkara Nomor 004/PS.REG/BAWASLU/X/2022 dan menyatakan permohonan tersebut dikabulkan sebagian.
Munas III Jadi Momentum Revitalisasi
Menjelang pelaksanaan Munas III, Parsindo akan memanfaatkan momentum tersebut untuk menata kembali struktur kepengurusan serta memperkuat konsolidasi organisasi.
Jusuf Rizal menilai pembenahan tersebut diperlukan untuk membangun energi baru dalam menjalankan roda organisasi sekaligus mempersiapkan mesin politik Parsindo menuju tahapan Pemilu 2029.
Dengan konsolidasi yang dilakukan sejak dini, Parsindo menyatakan akan fokus pada penataan struktur, pembaruan data, penguatan jaringan serta persiapan administrasi sesuai ketentuan penyelenggaraan pemilu.
Dukungan Jaringan Politik
Dalam keterangannya, Jusuf Rizal juga menyebut Parsindo memiliki jaringan yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang mengidentifikasi diri sebagai loyalis Presiden RI ke-2 Soeharto.
Sementara terkait Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), Jusuf Rizal menyebut tokoh tersebut dan sejumlah pengikutnya bergabung dengan Parsindo setelah dinamika politik di Partai Berkarya.
Informasi mengenai dukungan tersebut merupakan bagian dari keterangan pihak Parsindo dan perlu ditempatkan sebagai pernyataan narasumber.
Parsindo sendiri secara resmi tercatat dalam data KPU sebagai Partai Swara Rakyat Indonesia.(Red.)*