Penghargaan ini diberikan kepada BUMD-BUMD yang masuk dalam kategori terbaik di seluruh wilayah Indonesia atas peraihan prestasi, perbaikan dan kontribusinya, terkait kinerja bisnis, layanan dan kontribusi bagi perekonomian daerah.
“TOP BUMD selain penilaian juga ajang pembelajaran untuk mendukung program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam upaya mempercepat peningkatan kinerja BUMD dan pembangunan perekonomian daerah.
Sesuai tema, dalam penilaian ini, Dewan Juri selain mendalami keberhasilan kinerja dan layanan yang sudah dicapai, termasuk aspek tata kelola perusahaan yang baik (GCG/good corporate governance),” ujar M. Lutfi.
Untuk tahun 2026 ini, jumlah BUMD yang mengikuti keseluruhan proses penilaian sedari mengisi kuesioner hingga mengikuti wawancara dengan dewan juri, sebanyak 219 perusahaan.
Sementara Ketua Dewan Juri Top BUMD Awards 2025, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., dalam sambutannya menjelaskan kriteria penilaian yang digunakan dalam penghargaan tersebut. Pakar otonomi daerah dan guru besar di sejumlah kampus terkemuka di Jakarta itu merinci kriteria tersebut.
Kriteria utama penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, mengacu pada empat aspek penting untuk menentukan level bintang penghargaan dari Bintang 1 sampai yang tertinggi, yakni Bintang 5.
Kriteria penilaian tersebut adalah :
Pertama, BUMD yang memiliki pencapaian kinerja bisnis, yang baik dan bekelanjutan.
Kedua, BUMD yang terus melakukan perbaikan melalui berbagai Improvement atau inovasi.
Ketiga, BUMD yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Keempat, memiliki peran dan kontribusi besar ke pembangunan berkelanjutan.
Sedangkan untuk mendapatkan Level Bintang 5 (level penghargaan yang tertinggi), ada tambahan kriteria yakni, ada prestasi atau hal unik dari BUMD, yang dapat menjadi benchmark/contoh/inspirasi bagi BUMD lainnya.
“Jadi, untuk menjadi Top BUMD Bintang 5, selain harus memiliki kinerja bisnis yang sangat baik, juga harus memiliki hal-hal tertentu yang dinilai sangat menonjol, dan layak direkomendasikan/menjadi benchmark bagi BUMD lainnya,” kata Djohermansyah.
(*/AZ)
Komentar