Beranda
Seputar Publik / Berita

Pramono Anung Motivasi Penerima KJMU 2025 di Balai Kota: Pendidikan Jadi Kunci Putus Rantai Kemiskinan

Gubernur DKI Jakarta dorong 16.920 mahasiswa penerima KJMU memaksimalkan pendidikan, menjaga integritas, dan membangun kepemimpinan demi masa depan Jakarta berdaya saing global
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan motivasi kepada penerima baru KJMU Tahap II 2025 di Balai Kota Jakarta, menegaskan pendidikan sebagai kunci utama memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing generasi muda. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan motivasi kepada penerima baru KJMU Tahap II 2025 di Balai Kota Jakarta, menegaskan pendidikan sebagai kunci utama memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing generasi muda.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Forum ini diikuti 100 penerima baru KJMU dari tujuh perguruan tinggi di Jakarta yang hadir langsung, serta sekitar 500 mahasiswa penerima baru dari berbagai perguruan tinggi di luar DKI Jakarta yang mengikuti secara daring.

Dalam sambutannya, Pramono Anung memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diperoleh melalui KJMU secara optimal. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh penerima manfaat yang telah melalui proses seleksi ketat dan objektif.

> “Gunakan kesempatan ini untuk diri sendiri, keluarga, dan masa depan. Momentum seperti ini tidak datang berkali-kali. Saya meyakini, untuk memutus garis ketidakberuntungan dalam keluarga, pendidikan adalah kuncinya. Beasiswa seperti KJMU inilah yang membantu mewujudkannya,” ujar Pramono.

Menurutnya, tidak semua orang memiliki peluang yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Karena itu, kesempatan yang telah diperoleh harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia menegaskan, KJMU tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pembinaan, pendampingan, serta berbagai kegiatan pengembangan diri.

Pramono pun mengingatkan para penerima manfaat untuk menjaga prestasi akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menjunjung tinggi nilai integritas, disiplin, dan etika. Selain itu, mahasiswa juga didorong aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan.

> “Gunakan kesempatan ini untuk berorganisasi. Dari sana, karakter dan kepemimpinan akan terbentuk,” katanya.

Ke depan, Pramono berharap cakupan KJMU dapat diperluas tidak hanya untuk jenjang sarjana (S1), tetapi juga magister (S2) dan doktoral (S3), sehingga akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Jakarta dapat berkelanjutan.

> “Bermimpilah setinggi-tingginya. Kita semua berhak bermimpi menjadi apa saja. Mimpi itulah yang akan menjadi pemicu untuk meraih prestasi terbaik dan berkontribusi dalam transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan pelaksanaan KJMU Tahap II Tahun 2025 menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membuka akses serta menjamin keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Ia juga mendorong pembentukan Forum KJMU di setiap perguruan tinggi sebagai wadah komunikasi, penguatan jejaring, dan pengembangan kepemimpinan.

> “Melalui forum ini, kami memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sekaligus memperkuat pembinaan, pendampingan, dan komitmen akademik para penerima manfaat,” ujar Nahdiana.

Salah satu penerima KJMU, Galih Hidayatulloh dari Universitas Indonesia, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan beasiswa tersebut. Menurutnya, KJMU telah membuka jalan bagi masa depannya untuk menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya.

> “Saya berasal dari keluarga dengan keterbatasan finansial, sehingga beasiswa ini sangat berarti. Saya bersyukur kepada Bapak Gubernur karena KJMU tidak hanya membantu sampai S1, tetapi juga membuka peluang melanjutkan ke S2 dan S3. Saya akan memanfaatkan beasiswa ini sebaik mungkin untuk masa depan Indonesia emas,” kata Galih.

Sebagai informasi, pada Tahap II Tahun 2025, KJMU diberikan kepada 16.920 mahasiswa yang tersebar di 97 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia serta 17 perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, 2.524 mahasiswa merupakan penerima baru dan 14.396 mahasiswa penerima lanjutan. Sebelumnya, pada Tahap I, bantuan KJMU telah disalurkan kepada 16.979 mahasiswa.(*/hel)