Untuk itu, Dinas SDA DKI Jakarta telah diizinkan berkolaborasi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol dalam proses penataan dan beautifikasi. Nantinya, kawasan tanggul tersebut akan dapat dibuka untuk umum, khususnya bagi pengunjung Ancol.
Pramono optimistis, dalam dua hingga empat bulan ke depan, kawasan tersebut akan terlihat lebih indah seiring dengan penanaman pepohonan dan selesainya penataan lansekap.
“Kalau pembangunan dan beautifikasi sudah selesai, mudah-mudahan banjir rob bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.
Rincian Pembangunan NCICD Ancol Barat
Sebagai informasi, pembangunan tanggul pengaman pantai atau NCICD merupakan langkah adaptif pemerintah dalam menghadapi ancaman banjir rob, mengingat sejumlah kawasan pesisir Jakarta saat ini berada di bawah permukaan air laut.
Khusus di kawasan Ancol Barat, tanggul dibangun sepanjang 2.106,9 meter dan dilengkapi lansekap seluas 5.100 meter persegi. Pembangunan tersebut terdiri atas:
• Segmen Asahimas sepanjang 1.205 meter
• Segmen Ancol Seafront sepanjang 901,9 meter
Pada tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta juga membangun tanggul mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 kilometer sebagai bagian dari penguatan perlindungan pesisir.
Lanjutkan Perlindungan Pesisir Jakarta
Ke depan, penanganan kawasan pesisir Jakarta akan dilanjutkan melalui skema multi-years pada 2027–2029. Rencana pembangunan meliputi penyempurnaan sistem perlindungan di kawasan Muara Baru, baik ke arah hulu maupun hilir, sepanjang sekitar 1.800 meter, serta pembangunan dan perkuatan tanggul pesisir di kawasan Green Bay sepanjang sekitar 500 meter.
Keberadaan NCICD fase A diharapkan menjadi benteng utama dalam melindungi kawasan pesisir Jakarta dari ancaman banjir rob, sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.(*/hel)
Komentar