Seputarpublik.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan tanggul pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan Ancol Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (19/12). Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi ancaman banjir rob di wilayah pesisir ibu kota.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Pramono didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum dan Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tanggul NCICD fase A di Ancol Barat memiliki panjang sekitar 2,1 kilometer dan saat ini progres pengerjaannya telah melampaui 90 persen.
“Saya mendapatkan laporan bahwa pembangunan sepanjang 2,1 kilometer ini sudah mencapai sekitar 92 hingga 95 persen. Pembangunan ini dimulai pada era kepemimpinan saya. Dari total kewenangan Pemprov DKI Jakarta sepanjang 28,2 kilometer, saat ini telah terbangun 11,82 kilometer dan masih tersisa sekitar 16,4 kilometer,” ujar Pramono.
Ditargetkan Rampung Bertahap hingga 2029
Pramono menegaskan, sisa pembangunan tanggul pengaman pantai akan terus dilanjutkan dengan skema multi-years hingga 2029, agar sistem perlindungan pesisir Jakarta dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Menurut dia, rampungnya pembangunan tanggul di kawasan Ancol Barat akan memberikan dampak signifikan dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini kerap melanda wilayah pesisir Jakarta Utara.
“Untuk segmen yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, saya minta agar benar-benar diselesaikan. Dampaknya sangat besar bagi masyarakat, terutama dalam penanganan banjir rob,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam proyek NCICD, terdapat beberapa segmen yang menjadi tanggung jawab Pelindo dan Kementerian Pekerjaan Umum, selain segmen yang dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Tak Sekadar Beton, Kawasan Akan Diperindah
Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir rob, Pramono meminta agar kawasan tanggul tidak hanya menjadi deretan beton semata. Ia mendorong dilakukan beautifikasi kawasan agar memiliki nilai estetika dan manfaat sosial.
“Saya minta kawasan ini ditata dengan baik. Ke depan, area ini bisa dimanfaatkan untuk kunjungan edukatif, misalnya bagi anak-anak sekolah untuk melihat laut. Lokasinya sangat bagus,” katanya.
Untuk itu, Dinas SDA DKI Jakarta telah diizinkan berkolaborasi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol dalam proses penataan dan beautifikasi. Nantinya, kawasan tanggul tersebut akan dapat dibuka untuk umum, khususnya bagi pengunjung Ancol.
Pramono optimistis, dalam dua hingga empat bulan ke depan, kawasan tersebut akan terlihat lebih indah seiring dengan penanaman pepohonan dan selesainya penataan lansekap.
“Kalau pembangunan dan beautifikasi sudah selesai, mudah-mudahan banjir rob bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.
Rincian Pembangunan NCICD Ancol Barat
Sebagai informasi, pembangunan tanggul pengaman pantai atau NCICD merupakan langkah adaptif pemerintah dalam menghadapi ancaman banjir rob, mengingat sejumlah kawasan pesisir Jakarta saat ini berada di bawah permukaan air laut.
Khusus di kawasan Ancol Barat, tanggul dibangun sepanjang 2.106,9 meter dan dilengkapi lansekap seluas 5.100 meter persegi. Pembangunan tersebut terdiri atas:
• Segmen Asahimas sepanjang 1.205 meter
• Segmen Ancol Seafront sepanjang 901,9 meter
Pada tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta juga membangun tanggul mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 kilometer sebagai bagian dari penguatan perlindungan pesisir.
Lanjutkan Perlindungan Pesisir Jakarta
Ke depan, penanganan kawasan pesisir Jakarta akan dilanjutkan melalui skema multi-years pada 2027–2029. Rencana pembangunan meliputi penyempurnaan sistem perlindungan di kawasan Muara Baru, baik ke arah hulu maupun hilir, sepanjang sekitar 1.800 meter, serta pembangunan dan perkuatan tanggul pesisir di kawasan Green Bay sepanjang sekitar 500 meter.
Keberadaan NCICD fase A diharapkan menjadi benteng utama dalam melindungi kawasan pesisir Jakarta dari ancaman banjir rob, sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.(*/hel)