Beranda
Seputar Publik / Berita

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo Perkuat Tata Kelola Keuangan, Implementasikan Sistem Pengendalian Internal ICoFR

Direktur Utama Jatmiko K. Santosa menegaskan penerapan Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) menjadi langkah strategis untuk memastikan transparansi laporan keuangan, mitigasi risiko fraud, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kinerja perusahaan.
PTPN IV PalmCo memperkuat tata kelola perusahaan dengan mengimplementasikan sistem Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) guna meningkatkan transparansi laporan keuangan, mitigasi risiko fraud, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan. PTPN IV PalmCo memperkuat tata kelola perusahaan dengan mengimplementasikan sistem Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) guna meningkatkan transparansi laporan keuangan, mitigasi risiko fraud, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan.

Seputarpublik.com, JAKARTA – Transformasi tata kelola perusahaan terus dilakukan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo dengan memperkuat sistem pengendalian internal dalam pelaporan keuangan.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan agribisnis milik negara tersebut mengimplementasikan secara penuh sistem Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) untuk memastikan keandalan laporan keuangan sekaligus memperkuat manajemen risiko perusahaan.

Direktur Utama Jatmiko K. Santosa mengatakan bahwa penerapan ICoFR secara menyeluruh merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya pengendalian internal yang kuat di seluruh lini organisasi.

“Setiap angka dalam laporan keuangan harus mencerminkan proses bisnis yang benar-benar terkendali, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi bukan sekadar pencatatan administratif,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Program tersebut diterapkan di seluruh unit kerja perusahaan, mulai dari operasional kebun dan pabrik hingga fungsi pengawasan internal. Proses implementasinya juga melibatkan auditor eksternal guna memastikan sistem pengendalian berjalan efektif dan sesuai standar tata kelola perusahaan yang baik.

Menurut Jatmiko, penguatan sistem pengendalian internal tidak semata untuk memenuhi kewajiban regulasi. Di tengah dinamika industri dan tuntutan transparansi terhadap badan usaha milik negara, sistem pengawasan yang kuat menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan.

“Kepercayaan pemangku kepentingan sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola. Karena itu, transformasi ini diarahkan agar perusahaan tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga kokoh dari sisi manajemen risiko dan akuntabilitas,” katanya.

Mencakup Seluruh Proses Keuangan

Dalam implementasinya, sistem ICoFR di PTPN IV mencakup berbagai proses yang berpengaruh langsung terhadap laporan keuangan, seperti pendapatan, produksi, pengadaan, pengelolaan aset, hingga proses penutupan laporan keuangan.

Perusahaan terlebih dahulu mengidentifikasi akun-akun yang memiliki pengaruh signifikan terhadap neraca serta laporan laba rugi. Berdasarkan identifikasi tersebut, perusahaan merancang berbagai mekanisme kontrol untuk memastikan setiap transaksi tercatat secara akurat dan dapat ditelusuri.

Tahapan implementasi dilakukan secara bertahap, mulai dari perancangan kontrol, penerapan dan pemantauan berkelanjutan, evaluasi efektivitas, hingga perbaikan apabila ditemukan kelemahan dalam sistem.

Pada tahap evaluasi, perusahaan melakukan pengujian terhadap desain kontrol serta pelaksanaannya dalam kegiatan operasional sehari-hari guna memastikan mekanisme pengawasan berjalan efektif.

Mitigasi Risiko Salah Saji dan Fraud

Dalam penerapannya, perusahaan juga memetakan dua potensi risiko utama yang dapat memengaruhi kualitas laporan keuangan, yakni risiko salah saji dan risiko kecurangan (fraud).

Risiko salah saji dapat muncul akibat kesalahan perhitungan, klasifikasi akun yang tidak tepat, maupun proses peninjauan yang kurang memadai. Sementara itu, risiko fraud biasanya berkaitan dengan tekanan atau peluang yang memungkinkan terjadinya manipulasi data keuangan.

Untuk memitigasi risiko tersebut, perusahaan menerapkan sejumlah mekanisme pengendalian, seperti verifikasi berlapis terhadap pencatatan transaksi, pembatasan akses sistem keuangan, serta rekonsiliasi rutin terhadap rekening perusahaan.

Seluruh proses bisnis dan mekanisme pengendalian tersebut didokumentasikan secara sistematis sehingga dapat ditelusuri dalam proses audit.

Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis

Penguatan sistem pengendalian internal juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di tingkat manajemen.

Dengan laporan keuangan yang lebih andal dan bebas dari salah saji material, manajemen memiliki dasar yang lebih kuat dalam merumuskan strategi bisnis, mengelola biaya, serta mengoptimalkan pengelolaan aset perusahaan.

Ke depan, PTPN IV berencana memperkuat budaya evaluasi mandiri terhadap sistem pengendalian, memperbarui peta risiko secara berkala, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan membuat pengendalian internal tidak sekadar menjadi program kepatuhan, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Bagi PTPN IV, implementasi penuh ICoFR menjadi salah satu fondasi penting dalam agenda transformasi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan kepercayaan investor, regulator, dan masyarakat terhadap kinerja korporasi.(red)*