Seputarpublik.com || Jember, Jawa Timur -- Penanaman perdana tembakau bawah naungan (TBN) di kawasan Ajung Gayasan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi momentum penting dalam pengembangan kembali komoditas tembakau premium yang selama ini dikenal sebagai salah satu identitas agribisnis nasional.
Melalui areal seluas 400 hektare yang dikelola PTPN I Regional 5, perusahaan membidik pasar Eropa dengan produk cerutu berkualitas tinggi sebagai respons terhadap tingginya permintaan dari sejumlah negara empat musim.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis PTPN I sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan bernilai tambah tinggi sekaligus memperluas penetrasi pasar internasional.
Direktur Utama hadir dalam seremoni penanaman perdana tersebut. Ia menegaskan bahwa cerutu premium merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang memiliki kekuatan merek dan reputasi kuat di pasar global.
“Kita punya capital brand yang sangat kuat di produk olahan tembakau. Yang paling menonjol adalah cerutu, termasuk dari Jember ini. Ternyata permintaan dari negara-negara empat musim seperti Eropa masih sangat kuat. Karena itu kami sangat mendukung prakarsa untuk menghidupkan kembali brand ini. Tentu tantangannya sangat besar,” ujar Teddy.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan cerutu premium tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam menjaga produktivitas secara berkelanjutan. Berdasarkan standar teknis budidaya yang diterapkan, produktivitas tembakau Jember ditargetkan mencapai 1,2 ton per hektare.
“Kami sangat optimistis bisa menembus pasar internasional yang ketat. Produknya harus Grade A atau Mutu 1. Rencana ekspansi ini merupakan kelanjutan dari komitmen korporasi yang tertuang dalam roadmap hilirisasi PTPN I hingga tahun 2029,” katanya.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa ekspansi pasar internasional tersebut bukan semata untuk meningkatkan volume penjualan, tetapi juga sebagai upaya membuktikan daya saing dan kualitas produk agribisnis Indonesia di pasar global.
Lima Pilar Pengembangan Cerutu Premium
Untuk mencapai target tersebut, manajemen menetapkan lima pilar utama yang menjadi fokus pengembangan di lapangan.
Pilar pertama adalah peningkatan produktivitas secara konsisten sesuai target yang telah ditetapkan. Pilar kedua adalah menjaga kualitas produk pada level tertinggi agar mampu memenuhi standar perusahaan dan ekspektasi pasar internasional yang mengutamakan produk premium.
Selain aspek bisnis, perusahaan juga menempatkan dimensi sosial dan lingkungan sebagai bagian penting dari keberlanjutan usaha. Pilar ketiga dan keempat adalah menjaga keharmonisan lingkungan kerja serta memastikan pertumbuhan bisnis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Ketika bisnis ini tumbuh dan berkembang, tujuan mulia kita adalah membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Perusahaan harus membawa dampak kesejahteraan bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Pilar kelima yang menjadi perhatian utama adalah kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca yang semakin dinamis. Untuk itu, seluruh tim operasional diminta memperkuat mitigasi risiko dan meningkatkan disiplin dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP).
“Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem. Kuncinya adalah disiplin total dalam penerapan Good Agriculture Practices. Dengan standar budidaya yang benar, kami optimistis tembakau Jember akan semakin kokoh menguasai pasar cerutu dunia,” pungkas Teddy.
Melalui pengembangan tembakau bawah naungan ini, PTPN I bersama Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat transformasi bisnis berbasis hilirisasi dan penciptaan nilai tambah. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi sebagai salah satu sentra penghasil tembakau cerutu premium terbaik di dunia, sekaligus membuka peluang kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Adv)*