Pendampingan Intensif Enam Bulan di Paser
Secara teknis, Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, menjelaskan bahwa implementasi program di Kabupaten Paser menyasar 100 KRS dengan skema pendampingan intensif selama enam bulan. Skema ini dirancang untuk memastikan perbaikan status gizi keluarga berlangsung konsisten dan terukur.
Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh paket makanan bergizi setiap bulan, meliputi susu untuk ibu hamil dan balita, telur sebagai sumber protein hewani, beras, serta biskuit untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, program ini dilengkapi edukasi pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan tenaga kesehatan dan kader posyandu, hingga penguatan kesehatan lingkungan melalui pembangunan jamban sehat.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, BKKBN, dinas kesehatan, dan puskesmas setempat.
Apresiasi Pemprov Kaltim
Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati, mengapresiasi intervensi yang dilakukan PTPN IV PalmCo.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada pada angka 22,2 persen, sedangkan Kabupaten Paser mencapai 23,4 persen. Angka tersebut masih di atas rata-rata nasional dan ambang batas WHO sebesar 20 persen.
Sebagai upaya intervensi, sebanyak 936 keluarga di Kabupaten Paser menjadi target bantuan melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Kehadiran PTPN IV PalmCo dinilai membantu meringankan beban tersebut dan diharapkan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi mitra bisnis lainnya.
Senada, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Paser, Amir Faisol, menyambut sinergi ini sebagai penguatan langkah daerah dalam mengejar target penurunan stunting.
> “Investasi pada gizi dan sanitasi hari ini sangat menentukan masa depan daerah kita. Target kami sebelumnya di angka 19 persen, dan dengan kolaborasi berkelanjutan seperti yang ditunjukkan PTPN IV PalmCo, kami optimistis percepatan penurunan angka stunting di Paser dapat dicapai,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi pemerintah dan BUMN dalam menekan prevalensi stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. {red}*
Komentar