Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai, Perkuat Swasembada Pangan dan Kurangi Ketergantungan Impor

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo mempercepat pengembangan pilot project kedelai sebagai bagian dari diversifikasi komoditas strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan program swasembada pangan pemerintah.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo bersama pemangku kepentingan meninjau pengembangan budidaya kedelai sebagai bagian dari pilot project untuk mendukung swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Direktur Utama PTPN IV PalmCo bersama pemangku kepentingan meninjau pengembangan budidaya kedelai sebagai bagian dari pilot project untuk mendukung swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional. Memasuki Juli 2026, perusahaan mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai bagian dari kontribusi BUMN perkebunan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pengembangan kedelai merupakan salah satu bentuk diversifikasi komoditas strategis yang sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

> "Kedelai merupakan komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional," ujar Jatmiko.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan ke sentra produksi kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI pada Mei 2026.

Sebagai implementasi awal, PTPN IV PalmCo telah melaksanakan ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Sumatera Utara.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi strategis bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara, dengan mengintegrasikan pendampingan teknis serta penerapan teknologi budidaya menggunakan varietas unggul Grobogan.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah percepatan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada kedelai yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

Pengembangan kedelai dinilai penting mengingat tingginya kebutuhan nasional. Saat ini konsumsi kedelai Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga pasokan impor masih mendominasi.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, petani di Desa Ngudikan menerapkan pola tanam satu kali padi, satu kali kedelai, dan dua kali bawang merah dalam setahun.

Dengan dukungan sistem irigasi yang memadai serta kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di wilayah tersebut mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare, bahkan berpotensi meningkat hingga sekitar 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik.

Sebagai bagian dari persiapan implementasi pilot project, PalmCo saat ini terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah lahan yang berpotensi dikembangkan untuk budidaya kedelai.

Kajian tersebut mencakup karakteristik tanah, ketersediaan air, kondisi topografi, hingga kesesuaian agroklimat guna memastikan pengembangan kedelai dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan.

> "Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Karena itu seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan," jelas Jatmiko.

Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, petani, serta berbagai pemangku kepentingan, PTPN IV PalmCo berharap pilot project kedelai dapat menjadi model pengembangan komoditas pangan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(Adv)*