Ia menyebut sekitar 6,9 juta hektare lahan perkebunan sawit nasional saat ini dikelola petani. Karena itu, peningkatan produktivitas kebun rakyat dinilai memiliki peran penting terhadap ketersediaan pasokan sawit, termasuk dalam mendukung kebutuhan energi melalui program biodiesel B50.
> “Peningkatan produktivitas sawit nasional menjadi tugas utama di hulu. PTPN IV PalmCo secara teknis mengintensifkan program kemitraan ini, karena jika produktivitas petani meningkat, target ketahanan pangan dan energi lebih mudah direalisasikan,” ujar Suhendri.
Berdasarkan pemaparannya, peningkatan produktivitas sebesar 1,3 ton CPO per hektare di perkebunan rakyat secara kalkulasi teknis berpotensi menambah produksi nasional hingga sekitar 8,97 juta ton CPO.
Lima Program Kemitraan Utama
Untuk mendukung peningkatan produktivitas tersebut, PalmCo menjalankan lima program kemitraan utama, yaitu:
1. Penyediaan benih dan percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR);
2. Pendampingan agronomis;
3. Fasilitasi akses pembiayaan dan sarana produksi;
4. Penyerapan TBS dengan sistem grading yang transparan;
5. Penguatan koperasi dan sistem ketertelusuran (traceability).
Suhendri menyampaikan, hingga Mei 2026, luasan lahan kemitraan sawit rakyat PalmCo tercatat mencapai 52.480 hektare.
Komentar