“Kita sangat berharap huntap ini selesai tepat waktu, agar masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi berlama - lama tinggal di pengungsian,” ujarnya.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi akan terus memantau progres konstruksi dan memperkuat koordinasi dengan Pemkab Tapsel, BUMN penyedia lahan dalam hal ini PTPN IV, dan kementerian terkait.
Pada kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan betapa pentingnya, memprioritaskan warga yang saat ini kehilangan rumah secara total, dan yang tinggal di zonasi rawan banjir.
Pemkab Tapsel Yakin Hunian Jadi Titik Balik Kehidupan Warga
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyebutkan, pembangunan huntap sebagai prioritas pemerintah daerah untuk memulihkan kehidupan warga, terutama mereka yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat bencana banjir bandang.
“Pembangunan 227 hunian tetap di lokasi sekitar 5 hektar ini, adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memulihkan kehidupan warga. Ini bukan hanya sekedar membangun rumah, tetapi juga membangun kembali harapan dan masa depan seluruh masyarakat Tapanuli Selatan,” ungkapnya.
Gus Irawan juga menambahkan, relokasi permanen ini adalah bagian dari mitigasi risiko bencana karena kawasan bantaran sungai telah dinilai rawan dan sangat tidak layak di huni kembali.
Komentar