Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV - Pemerintah: "Ground Breaking Huntap Korban Banjir Batang Toru Dimulai

Pembangunan Huntap Dikebut dengan Koordinasi lintas kementerian, pemda, dan BUMN
Pemerintah - PTPN IV Palmco saat ground breaking Huntap bertempat di Desa Hapesong Baru kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan,  Senin (29/12/2025). Pemerintah - PTPN IV Palmco saat ground breaking Huntap bertempat di Desa Hapesong Baru kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (29/12/2025).

Seputarpublik.com, TAPANULI SELATAN -- Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana banjir bandang, di Kabupaten Tapanuli Selatan memasuki fase awal. Peletakan batu pertama (ground breaking) ini, bertempat di Desa Hapesong Baru kecamatan Batang Toru, pada Senin (29/12/2025).  peletakan batu pertama dilakukan bersama pemerintah pusat, Pemprov Sumut, dan Pemkab Tapsel, serta  PTPN IV PalmCo sebagai penyedia lahan dan fasilitas pendukung lainnya.

Ground breaking ini, menjadi babak baru sebagai penanganan  pasca bencana banjir bandang yang melanda  kawasan tersebut pada akhir November lalu. Pemerintah pusat dan daerah menekankan agar pembangunan huntap maupun hunian sementara (huntara) berjalan dengan cepat dan tepat waktu, mengingat sebagian warga sudah hampir satu bulan kehilangan tempat tinggalnya.

Pemerintah Pusat Tekankan Percepatan Pembangunan Huntap

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pembangunan huntap akan dikebut dan akan dikoordinasikan dengan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN. Ia menekankan instruksi presiden agar penanganan bencana segera dipercepat dan tepat sasaran.

“Negara hadir, Bapak Presiden mengerahkan semua kekuatan, koordinasi, dan keuangan. Kita kompak membantu rakyat kita. Mari kita bekerja cepat, lebih cepat dari biasa,nya” tegas Maruarar.

Arahan tersebut disebut sebagai mandat agar proses teknis dan administrasi tidak berlarut-larut. Maruarar juga  menegaskan bahwa warga yang terdampak membutuhkan kepastian tempat relokasi, termasuk pemetaan hunian sementara hingga hunian permanen.

Menteri yang kelahiran Sumatera tersebut menambahkan, bahwa percepatan pembangunan juga menjadi bukti bahwa koordinasi pemerintah pusat dan daerah berjalan dengan efektif setelah masa tanggap darurat selesai.

Pemprov Sumut Dorong Penyelesaian Tepat Waktu

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, yang turut hadir dalam prosesi ground breaking tersebut , menggaris bawahi pentingnya ketepatan waktu pembangunan huntap, demi mengurangi beban warga yang saat ini  masih tinggal di tempat penampungan.

“Kita sangat berharap huntap ini selesai tepat waktu, agar masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi berlama - lama  tinggal di pengungsian,” ujarnya.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi akan terus memantau progres konstruksi dan memperkuat koordinasi dengan Pemkab Tapsel, BUMN penyedia lahan dalam hal ini PTPN IV, dan kementerian terkait.

Pada  kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan betapa pentingnya, memprioritaskan warga yang saat ini  kehilangan rumah secara total, dan yang tinggal di zonasi rawan banjir. 

Pemkab Tapsel Yakin Hunian Jadi Titik Balik Kehidupan Warga

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyebutkan, pembangunan huntap sebagai prioritas pemerintah daerah untuk memulihkan kehidupan warga, terutama mereka yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat bencana banjir bandang.

“Pembangunan 227 hunian tetap di lokasi sekitar 5 hektar ini, adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memulihkan kehidupan warga. Ini bukan hanya sekedar membangun rumah, tetapi juga membangun kembali harapan dan masa depan seluruh masyarakat Tapanuli Selatan,” ungkapnya.

Gus Irawan juga menambahkan, relokasi permanen ini adalah bagian dari mitigasi risiko bencana karena kawasan bantaran sungai telah dinilai rawan dan sangat tidak layak di huni kembali.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya terhadap BUMN dalam hal ini PTPN IV, atas kerjasamanya dengan pemerintah, dengan menyediakan lahan untuk relokasi huntap yang dinilai mempercepat proses konstruksi, terutama pada tahap awal pematangan lokasi.

PTPN IV PalmCo Sediakan Lahan dan Dukungan Teknis

Untuk Pembangunan huntap di Batang Toru, saat ini  memanfaatkan sebagian areal perkebunan milik PTPN IV PalmCo, yang saat ini dikoordinasikan penggunaannya melalui dengan pemerintah daerah.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyatakan, pihaknya sangat mendukung setiap tahapan penyediaan hunian bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang, baik melalui peminjaman aset atau maupun penyediaan fasilitas pendukung lainnya bagi warga.

“Sesuai arahan Danantara dan BP BUMN, kita siap mendukung seluruh tahapan pembangunan hunian bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang, termasuk penyediaan lahan dan fasilitas pendukung sesuai kebutuhan pemerintah daerah,” terang Jatmiko.

Jatmiko juga mengatakan, dukungan ini tidak berhenti pada masa darurat saja, tetapi berlanjut hingga fase pembangunan hunian dan pemulihan layanan dasar tentu dengan berkolaborasi bersama BUMN lainnya.

PTPN IV PalmCo juga sebelumnya, telah menyiapkan rumah - rumah dinas yang tidak ditempati sebagai penampungan sementara.

Huntara Disiapkan Menjelang Pemulihan Penuh

Seiring pembangunan huntap, pemerintah menyiapkan hunian sementara (huntara), terutama bagi warga yang rumahnya lenyap total.

Selain hunian tetap, hunian sementara juga dipersiapkan pemerintah dan BUMN untuk menjadi tempat tinggal hingga konstruksi huntap selesai bertahap. Pembangunan fasilitas dasar seperti sanitasi, air bersih, dan akses kesehatan telah dipetakan dalam koordinasi lintas instansi. [Red]