Seputarpublik.com || PONTIANAK — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Kompetensi Mandor I Kelapa Sawit yang berlangsung pada 8–9 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar di Mess Kebun Ngabang, Ngabang, ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari seluruh unit kebun PTPN IV Regional V di Kalimantan Barat. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi teknis peserta dalam pengelolaan tanaman kelapa sawit, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga proses pemanenan sesuai standar operasional perusahaan dan sertifikasi profesi resmi.
Pelaksanaan program merupakan hasil kolaborasi antara PTPN IV Regional V dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta, institusi yang memiliki kompetensi dalam pengembangan SDM serta sertifikasi profesi di sektor perkebunan.
Bimtek menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang perkebunan, yakni Heri Purwanto, Masudin, serta didampingi Helta Dwi Junialova.
Dalam sambutannya, Business Support Head PTPN IV Regional V yang diwakili oleh Manajer Kebun Ngabang, Janri Ginting, menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan uji kompetensi.
“Melalui kegiatan Bimtek dan Sertifikasi ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dan proses uji kompetensi dengan sungguh-sungguh serta penuh tanggung jawab. Kompetensi mandor memiliki peranan penting dalam mendukung produktivitas dan operasional perkebunan yang efektif,” ujar Janri Ginting.
Ia menambahkan, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara optimal di unit kerja masing-masing, sekaligus dibagikan kembali kepada rekan kerja melalui kegiatan sharing knowledge.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendukung proses bisnis perusahaan, khususnya dalam mengawal investasi tanaman baru yang saat ini tengah berlangsung di wilayah operasional PTPN IV Regional V.
“Peserta juga diwajibkan melaksanakan sharing knowledge kepada minimal dua orang karyawan di kebun masing-masing, terutama di lokasi yang saat ini memiliki investasi baru. Investasi tersebut harus dikawal dengan baik agar dapat menjadi penopang masa depan perusahaan,” tambahnya.
Selain mendapatkan pembekalan teori, para peserta juga mengikuti uji kompetensi sesuai bidang masing-masing. Evaluasi ini bertujuan memastikan setiap mandor memiliki kemampuan teknis, kepemimpinan lapangan, serta pemahaman standar kerja yang memadai dalam mendukung operasional perkebunan.
Melalui kegiatan ini, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya dalam menciptakan tenaga kerja perkebunan yang kompeten, profesional, dan adaptif, guna mendukung peningkatan produktivitas serta keberlanjutan bisnis perusahaan di Kalimantan Barat.(Adv)*