Seputarpublik.com || JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong perempuan untuk terus mengambil peran dalam memperkuat kehidupan sosial, keagamaan, dan kebersamaan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rano saat menerima silaturahmi pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Indonesia di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BKMT yang akan menggelar Muktamar ke-10 dan Milad ke-45 di Jakarta. Sekitar 250 pengurus BKMT se-Indonesia hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rano mengapresiasi kehadiran pengurus BKMT sekaligus keterlibatan mereka dalam berbagai agenda di Jakarta, termasuk rangkaian kegiatan menjelang usia lima abad Jakarta pada 2027.
«“Kami mengucapkan selamat datang. Kami bersyukur Ibu-ibu BKMT membantu kami mempersiapkan tahun depan, karena tahun depan Jakarta berusia 500 tahun, lima abad,” ujar Rano.»
Rano Soroti Peran BKMT
Rano menilai BKMT memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat karena organisasi tersebut tumbuh dari keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Menurutnya, BKMT juga menjadi penghubung bagi majelis taklim yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
«“Kalau majelis taklim di kampung-kampung banyak, di setiap daerah ada. Tetapi bagaimana majelis taklim ini bisa ada di Indonesia? Karena ada Badan Kontak Majelis Taklim,” tuturnya.»
Rano mengatakan keberadaan majelis taklim tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pembelajaran keagamaan. Menurut dia, majelis taklim juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, mendengar, berbicara, bersosialisasi, serta membangun hubungan dengan sesama.
Peran tersebut, lanjut Rano, memiliki keterkaitan dengan karakter Jakarta sebagai kota yang sejak lama menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Keberagaman Menjadi Bagian dari Jakarta
Rano menggambarkan Jakarta sebagai melting pot, atau ruang pertemuan berbagai budaya dan kelompok masyarakat.
«“Jakarta ini adalah melting pot atau tempat pertemuan berbagai macam budaya. Ada Padang, Jawa, Betawi, Sunda, Arab, Ambon, dan macam-macam,” ungkapnya.»
Menurut Rano, keberagaman dan kebudayaan merupakan bagian penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global.
Karena itu, ia mengatakan berbagai ruang perjumpaan masyarakat perlu terus diperkuat agar hubungan sosial dan keberagaman tetap terjaga.
Pandangan tersebut juga disampaikan Rano dalam konteks pembangunan Jakarta yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan identitas serta karakter masyarakat.
«“Jakarta boleh menjadi kota global, tetapi kebersamaan dan keberagaman masyarakat harus tetap menjadi kekuatan,” kata Rano.»
Perempuan dan Organisasi Sosial
Pesan tersebut sekaligus menempatkan perempuan dan organisasi kemasyarakatan seperti BKMT sebagai bagian dari unsur masyarakat yang dapat berkontribusi dalam menjaga hubungan sosial.
Rano menilai kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang dapat menjadi ruang untuk memperkuat interaksi serta kebersamaan.
Hal itu menjadi relevan dengan karakter Jakarta yang terus berkembang sebagai kota dengan masyarakat yang beragam.
Dalam pertemuan tersebut, Rano juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran pengurus BKMT dari berbagai daerah yang berada di Jakarta dalam rangkaian Muktamar ke-10 dan Milad ke-45 BKMT.
Muktamar BKMT Digelar di Jakarta
Berdasarkan informasi penyelenggara yang dikutip Beritajakarta, Muktamar ke-10 BKMT dan rangkaian Milad ke-45 berlangsung di Jakarta pada 24–26 September 2026. Kegiatan tersebut mencakup agenda di Indonesia Arena dan Asrama Haji Pondok Gede.
Informasi penyelenggara juga menyebut rangkaian kegiatan melibatkan pengurus BKMT dari berbagai daerah di Indonesia. Pada agenda berikutnya, peserta Muktamar dijadwalkan mengikuti sejumlah kegiatan organisasi dan festival sebelum rangkaian Milad ke-45 BKMT.
Bagi Rano, perjalanan Jakarta menuju kota global perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kebudayaan, keberagaman, dan hubungan sosial masyarakat.
Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027 tidak hanya membawa sejarah panjang sebagai kota pertemuan berbagai kelompok masyarakat, tetapi juga menghadapi tantangan untuk mempertahankan karakter tersebut di tengah perkembangan kota.
Karena itu, pesan Rano kepada pengurus BKMT menekankan pentingnya menjaga ruang kebersamaan agar perkembangan Jakarta sebagai kota global tetap berjalan berdampingan dengan keberagaman dan kehidupan sosial masyarakat.(*/hel)