«“Kemampuan membaca secara kritis, menulis, mengolah informasi, dan mengomunikasikan gagasan dibutuhkan mahasiswa dari semua bidang ilmu. Karena itu, literasi tidak boleh dipandang hanya sebagai urusan mahasiswa bahasa. Ketika literasi terintegrasi dengan proses akademik dan pengembangan mahasiswa, manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” tuturnya.»
Menurutnya, penguatan literasi juga memiliki hubungan erat dengan kualitas akademik mahasiswa. Kemampuan memahami sumber informasi, membangun argumentasi, menulis dengan baik, serta mengomunikasikan gagasan merupakan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi maupun ketika terjun ke masyarakat.
Mahasiswa Merasakan Literasi yang Lebih Dekat
Bagi mahasiswa, model tersebut membuat literasi tidak lagi terasa sebagai aktivitas yang berdiri sendiri, tetapi hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan mereka.
Mahasiswa UNDHARI, Mufid, mengungkapkan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan dan terlibat secara langsung.
Komentar