Menurutnya, kampus memiliki mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, dosen, perpustakaan, BEM, UKM, organisasi kemahasiswaan, fasilitas, jejaring, hingga agenda rutin yang dapat menjadi bagian dari ekosistem untuk memperluas gerakan literasi.
«“Inovasinya bukan pada membuat sebanyak-banyaknya acara literasi. Kami justru ingin membuat literasi hadir di sebanyak-banyaknya ruang yang sudah hidup di kampus. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi peserta; mereka perlu dibekali, dilibatkan, lalu digerakkan menjadi penggerak literasi,” ujar Amar.»
Amar yang juga merupakan Wakil Rektor III UNDHARI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas, dan Kerja Sama menyebut, pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan literasi menjadi lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Mahasiswa bidang kependidikan, kesehatan, teknologi maupun bidang ilmu lainnya tidak harus menerima bentuk literasi yang sama. Literasi dapat dikontekstualisasikan sesuai disiplin ilmu, kebutuhan, serta ruang aktivitas masing-masing.
Rektor UNDHARI: Kampus Harus Melahirkan Penggerak
Rektor UNDHARI, Assoc. Prof. Dr. Gunawan Ali, M.Kom., menyambut positif pengembangan RELIMA Goes to Campus.
Komentar