Beranda
Seputar Publik / Berita

Rutan Cipinang Budidayakan 500 Ayam Petelur, Jadi Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Program Bimbingan Kegiatan melibatkan warga binaan dalam perawatan ayam hingga pemanenan telur, sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Rutan.
Warga binaan Rutan Kelas I Cipinang terlibat dalam budidaya 500 ekor ayam petelur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan Rutan. Warga binaan Rutan Kelas I Cipinang terlibat dalam budidaya 500 ekor ayam petelur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan Rutan.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang terus mengembangkan program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu program yang dijalankan yakni budidaya 500 ekor ayam petelur di lingkungan Rutan.

Program tersebut dilaksanakan melalui Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) dengan melibatkan warga binaan secara langsung. Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat pendampingan dan pengawasan dari pembina Bimgiat, Senin (31/8/2026).

Keterlibatan warga binaan mencakup berbagai aktivitas peternakan, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, memantau kondisi kesehatan ayam, hingga proses pemanenan telur.

Setiap tahapan dilakukan berdasarkan arahan pembina Bimgiat. Selain memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan keterampilan bagi warga binaan.

Melalui keterlibatan secara langsung, program ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, sekaligus memberikan pengalaman kerja yang dapat dikembangkan sebagai bekal setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, mengatakan pengembangan budidaya ayam petelur merupakan bagian dari komitmen Rutan dalam menghadirkan program pembinaan yang memberikan manfaat bagi warga binaan.

Menurutnya, melalui Bimgiat, warga binaan tidak hanya mendapatkan aktivitas selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang berpotensi dikembangkan setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Program budidaya ayam petelur tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan internal Rutan, khususnya dalam pemenuhan asupan protein bagi warga binaan.

Dengan pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan serta berada di bawah pendampingan dan pengawasan pembina Bimgiat, program tersebut diharapkan memberikan manfaat dari dua sisi, yakni mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.

Dari Kandang Ayam, Warga Binaan Belajar Kemandirian

Rutan Kelas I Cipinang terus mendorong agar program pembinaan kemandirian tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga binaan.

Mulai dari merawat ratusan ekor ayam hingga menghasilkan telur, setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan kerja.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.(Dencio)*