Seputarpublik.com, JAKARTA UTARA — Tumpukan sampah menggunung di wilayah RT 16 RW 04, Jalan Kapuk Muara, Gang Empang Lapangan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, memicu keluhan warga. Kondisi tersebut dinilai mengganggu lingkungan permukiman dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Sebagai respons, Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan melakukan kegiatan pengangkutan sampah pada Sabtu (7/2/2026). Satu unit alat berat dan armada pengangkut dikerahkan untuk membersihkan lokasi yang didominasi limbah rumah tangga serta material kayu bekas.
Kepala Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, Fadli, menjelaskan pengangkutan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan armada.
> “Tanggal 5 kemarin sudah kita angkat, sekarang kita lanjutkan lagi. Pengangkutan dilakukan bertahap,” ujar Fadli.
“Nanti rit kedua ada armada tambahan, kemungkinan siang,” tambahnya.
Ia mengakui pihaknya masih menghadapi keterbatasan armada operasional, sehingga proses pengangkutan belum bisa dilakukan secara cepat dan menyeluruh.
Keluhan Warga dan Pengurus Wilayah
Sejumlah warga mengaku telah berulang kali menyampaikan laporan, namun respons dinilai lambat.
> “Saya sudah telepon berkali-kali, tapi tidak pernah direspons jelas. Kita di lapangan yang pusing,” ujar seorang warga, yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 16 RW 04, yang menyebut tumpukan sampah telah meluas hingga ke RT 14, RT 15, RT 16, dan RT 17 RW 04.
> “Sampah ini bukan hanya RT 16, tapi sudah masuk empat RT. Warga tahunya ke RT, saya yang hadapi keluhan terus,” katanya.
“Kalau ada anggaran, warga tahunya ada. Tapi realisasinya lama,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat warga frustrasi karena pengangkutan tidak berjalan rutin, sementara volume sampah di kawasan padat penduduk tersebut terus bertambah.
Harapan Penanganan Rutin dan Penambahan Armada
Ketua RT 16 berharap pengangkutan dilakukan secara berkala dan terjadwal agar tidak terjadi penumpukan berulang. Ia juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menambah anggaran perbaikan dan penambahan armada.
> “Kalau armada ditambah dan diperbaiki, semua TPS dan depo di Penjaringan bisa terlayani. Jangan sampai wilayah padat seperti ini selalu tertinggal,” tegasnya.
Satpel LH Penjaringan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pengangkutan hingga area bersih, sekaligus menjadikan kegiatan ini bagian dari penanganan berkelanjutan persoalan sampah di kawasan pesisir Jakarta Utara. (Fajar)*