Seputarpublik.com || JAKARTA, — Federasi Sepak Takraw Internasional atau International Sepaktakraw Federation (ISTAF) menyerahkan hak penyelenggaraan ISTAF Sepaktakraw World Cup di Jakarta kepada Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI). Jum'at, (23/10/2026).
Penyerahan dokumen hak tuan rumah atau hosting certificate tersebut diserahkan langsung oleh Sekertaris Jendral ISTAF Datuk Abdul Halim Bin Kader Kepada Ketua Umum PB PSTI Haji Suranto, yang di dampingi juga oleh Sekjen PB PSTI Prof Nahrowi, hal ini menjadi langkah awal bagi Indonesia dalam mempersiapkan kejuaraan dunia sepak takraw yang diproyeksikan melibatkan ratusan atlet, pelatih, manajer, serta ofisial dari berbagai negara.
Sekretaris Jenderal ISTAF sekaligus Joint Chairman Organizing Committee ISTAF Sepaktakraw World Cup, Datuk Abdul Halim Bin Kader, menyampaikan apresiasi kepada PB PSTI, khususnya Ketua Umum Haji Suranto, atas kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah.
“Penyerahan hak tuan rumah ini diharapkan dapat mempercepat persiapan Indonesia dalam menyelenggarakan ISTAF Sepaktakraw World Cup. Koordinasi dengan pemerintah, PB PSTI, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan bagian penting untuk memastikan seluruh persiapan berjalan secara optimal.” tegasnya.
Ia juga berharap PB PSTI segera menyampaikan rencana penyelenggaraan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), sehingga kebutuhan dukungan pemerintah dapat dikoordinasikan secara terarah, baik untuk pelaksanaan kejuaraan maupun persiapan atlet.
Targetkan 500 Atlet dan Puluhan Ofisial Teknik Internasional
ISTAF memperkirakan kejuaraan dunia di Jakarta akan melibatkan sedikitnya 500 atlet, pelatih, dan manajer dari berbagai negara.
Selain peserta dan tim pendamping, penyelenggaraan juga diproyeksikan melibatkan hampir 80 personel teknis internasional serta ofisial teknis nasional dari Indonesia.
Jumlah peserta dan tenaga teknis tersebut membutuhkan persiapan menyeluruh, mulai dari koordinasi antarlembaga, kesiapan arena pertandingan, hingga pemenuhan kebutuhan teknis dan operasional kejuaraan.
ISTAF juga berharap dokumen penetapan tuan rumah dapat disampaikan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Koordinasi dengan kedua lembaga tersebut diharapkan dapat mendukung persiapan kontingen Indonesia, termasuk pembahasan kebutuhan anggaran latihan bagi atlet yang akan bertanding.
PB PSTI Siapkan 36 Atlet Indonesia
Dalam pemaparan pada agenda tersebut, disampaikan bahwa Indonesia telah menyepakati rencana pengiriman 36 atlet untuk mengikuti kejuaraan.
Jumlah itu terdiri atas 18 atlet putra dan 18 atlet putri. Komposisi tersebut menjadi bagian dari rencana persiapan kontingen Indonesia untuk menghadapi persaingan dengan peserta dari negara lain.
Selain atlet, tim Indonesia direncanakan didampingi empat ofisial sesuai ketentuan yang disebut telah disepakati. Komposisi pendamping tersebut mencakup satu manajer, dua pelatih, serta satu tenaga pendukung yang dapat berasal dari unsur dokter, terapis, atau psikolog.
Penyesuaian jumlah ofisial itu menjadi bagian dari ketentuan yang diterapkan untuk penyelenggaraan Piala Dunia di Jakarta. Adapun keterangan mengenai perubahan aturan setelah sekitar 60 tahun penyelenggaraan perlu dikonfirmasi lebih lanjut berdasarkan dokumen resmi ISTAF.
PB PSTI Dorong Persiapan dan Koordinasi Lintas Lembaga
Ketua Umum PB PSTI, Haji Suranto, menjadi salah satu pihak utama dalam persiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan kejuaraan dunia ini membutuhkan koordinasi antara PB PSTI, ISTAF, pemerintah, serta lembaga olahraga nasional agar seluruh kebutuhan persiapan dapat dibahas secara terencana.
“PB PSTI akan mempersiapkan penyelenggaraan kejuaraan ini melalui koordinasi dengan ISTAF, pemerintah, dan seluruh pihak terkait. Kami berharap dukungan bersama dapat membantu mematangkan persiapan kejuaraan sekaligus meningkatkan kesiapan atlet Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional.” Jelas Haji Suranto.
" Dengan penyerahan hak tuan rumah ini, bisa menjadi kesempatan bagi kita Indonesia untuk memperkuat posisi sepak takraw nasional dalam kompetisi internasional sekaligus menunjukkan kesiapan menjadi penyelenggara ajang olahraga dunia, Tegasnya.
Dalam keterangannya haji suranto menambahkan bahwa Keberhasilan penyelenggaraan nantinya akan bergantung pada persiapan teknis, dukungan para pemangku kepentingan, kesiapan atlet, dan koordinasi yang efektif antara seluruh pihak terkait.
Dengan persiapan yang matang, ISTAF Sepaktakraw World Cup di Jakarta diharapkan menjadi ajang kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara sekaligus mendorong perkembangan sepak takraw Indonesia.
*(Penulis; Rendy)