Beranda
Seputar Publik / Berita

Tanggap Karhutla, PTPN IV PalmCo Dorong Desa Mandiri Peduli Gambut dan Ekonomi Masyarakat

Program DMPG diperkuat melalui embung, kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api, edukasi pembukaan lahan tanpa bakar hingga pengembangan 1.500 bibit nanas di Tanjung Jabung Timur.
PTPN IV PalmCo memperkuat pencegahan karhutla melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional. PTPN IV PalmCo memperkuat pencegahan karhutla melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Seputarpublik.com || JAKARTA — PTPN IV PalmCo memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di kawasan gambut melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).

Program tersebut mengintegrasikan upaya perlindungan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk Regional IV Jambi-Sumbar dan Riau.

Implementasi program dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengelolaan air, penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), hingga pengembangan komoditas alternatif seperti nanas di Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketangguhan desa dalam menghadapi risiko karhutla sekaligus menciptakan sumber pendapatan masyarakat yang berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, menghadapi ancaman karhutla, perusahaan tidak lagi mengandalkan pendekatan reaktif setelah kebakaran terjadi, tetapi memperkuat pencegahan sejak fase prabencana.

“Kami semaksimal mungkin preventif secara menyeluruh termasuk di wilayah sekitar perusahaan sejak dari fase prabencana,” ujar Jatmiko.

Menurut Jatmiko, strategi tersebut menjadi semakin penting ketika musim kemarau panjang dan fenomena cuaca ekstrem meningkatkan risiko munculnya titik panas.

Karena itu, mitigasi perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, kesiapan sumber daya, pengelolaan tata air hingga keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi PalmCo yang menempatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sebagai bagian penting dalam mitigasi bencana.

Perkuat Infrastruktur Air di Kawasan Gambut

Salah satu implementasi DMPG dilakukan PTPN IV Regional IV di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, khususnya di sekitar Desa Sungai Tawar dan Desa Merbau.

Di kawasan tersebut, perusahaan membangun embung strategis sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan sumber air.

Infrastruktur tersebut memiliki peran dalam mendukung penanganan karhutla, terutama ketika kondisi lahan gambut menjadi lebih kering pada musim kemarau.

Selain pembangunan embung, pendekatan DMPG juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem pencegahan karhutla.

Di Riau, PTPN IV berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui pelatihan serta penyaluran peralatan pendukung penanganan kebakaran kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Melalui penguatan kapasitas tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dan sarana yang memadai untuk melakukan respons awal apabila terdapat potensi kebakaran.

Edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

Penguatan sistem pencegahan juga dilakukan melalui edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).

Edukasi tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan sekaligus mengurangi risiko penggunaan api dalam aktivitas pembukaan lahan.

Dengan pendekatan tersebut, DMPG tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana penanganan kebakaran, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat agar dapat berperan dalam menjaga ekosistem gambut.

Di sisi lain, pendekatan preventif PalmCo diperkuat melalui sistem pemantauan dan pengelolaan lingkungan di wilayah operasional.

Jatmiko menjelaskan, perusahaan mengembangkan sistem deteksi dini berbasis teknologi serta memperhatikan tata kelola air, terutama di kawasan gambut.

“Teknologi pemantauan ini menjadi sistem peringatan dini (early warning system) secara real-time. Namun, sistem secanggih apa pun harus didukung oleh kesiapan infrastruktur di lapangan,” jelasnya.

Jatmiko menambahkan, pengelolaan tata air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga lahan gambut tetap lembap dan tidak mudah terbakar ketika kondisi cuaca semakin terik.

Karena itu, strategi pencegahan PalmCo diarahkan untuk menghubungkan teknologi pemantauan dengan kesiapan infrastruktur di lapangan, sehingga potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Dorong Ekonomi Masyarakat melalui Komoditas Alternatif

Selain perlindungan lingkungan, dimensi pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam program DMPG.

Pendekatan tersebut diarahkan agar upaya perlindungan gambut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di Tanjung Jabung Timur, PTPN IV PalmCo menyalurkan 1.500 bibit nanas siap tanam kepada masyarakat.

Rinciannya, sebanyak 1.000 bibit diberikan untuk masyarakat Desa Merbau dan 500 bibit untuk masyarakat Desa Sungai Tawar.

Komoditas nanas dipilih karena dinilai sesuai dengan karakteristik lahan gambut setempat sekaligus memiliki potensi ekonomi, baik sebagai buah segar maupun produk olahan.

Melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), PTPN IV PalmCo memperkuat komitmen terhadap ketahanan lingkungan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan infrastruktur air, kesiapsiagaan MPA, kebijakan tanpa pembakaran (zero burning policy), edukasi PLTB, serta pengembangan komoditas yang dinilai sesuai dengan karakteristik lahan gambut.

Dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, program tersebut diharapkan dapat membentuk desa yang lebih tangguh menghadapi risiko karhutla, semakin mandiri secara ekonomi, serta berkelanjutan dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut.(Red.)*