Data realisasi produksi diperoleh dari sistem SAP berdasarkan jumlah tandan dan volume TBS yang diterima di pabrik kelapa sawit (PKS). Pengukuran akurasi dilakukan menggunakan metode deviasi absolut antara estimasi dan realisasi produksi, dengan patokan terbaik berada pada deviasi 0 persen.
Sepanjang 2025, manajemen menetapkan tiga kebun dan 12 afdeling dengan tingkat akurasi terbaik. Sementara unit dengan deviasi absolut di atas 10 persen menjadi fokus evaluasi untuk perbaikan metode pada 2026.
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa capaian ini sejalan dengan arahan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang menekankan pentingnya validitas data, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta integritas dalam setiap lini operasional.
“Arahan tersebut kami implementasikan melalui transformasi berbasis data, di mana presisi menjadi budaya kerja, data sebagai fondasi pengambilan keputusan, dan produksi dikelola secara terukur, akuntabel, serta berkelanjutan,” tegasnya.
Di tengah tantangan fluktuasi produksi dan tuntutan efisiensi, pendekatan berbasis data menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan potensi deviasi perencanaan.
Dengan akurasi mendekati 97 persen dan deviasi yang nyaris nol, PTPN IV Regional III menegaskan keberhasilan transformasi tata kelola on-farm yang semakin solid. Melalui penguatan ini, PTPN Group terus menempatkan data sebagai kompas utama dalam mengelola operasional perkebunan secara presisi, akuntabel, dan berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.(Adv)*
Komentar