Seputarpublik.com, JAKARTA, 6 Mei 2026 — Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) memperkuat agenda internasionalisasi melalui penyelenggaraan Visiting Lecturer bertajuk “Tracing Islamic Influences on Bulgarian Culture”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung A Kampus Limau ini merupakan kolaborasi strategis antara Sofia University dengan sejumlah fakultas di UHAMKA, yakni Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Kesehatan (FIKES), dan Fakultas Psikologi (FPsi).
Hadir sebagai pembicara utama, Dobrin Bugov, Ph.D., yang merupakan pakar antropologi sekaligus dosen di Center for Eastern Languages and Cultures, Sofia University. Dalam paparannya, ia mengulas secara mendalam bagaimana pengaruh Islam masuk dan berakulturasi dengan budaya lokal di Bulgaria, sehingga membentuk mosaik tradisi yang khas di kawasan Balkan.
Ia juga memaparkan perspektif mengenai dinamika masyarakat kontemporer serta tantangan pelestarian identitas budaya di tengah arus modernisasi global.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran dekanat UHAMKA, di antaranya Prof. Ai Fatimah Nur Fuad, Ph.D., Subhan El-Hafiz, Ph.D., Ony Linda, M.Kes., dan Tellys Corliana, M.Hum. Diskusi lintas disiplin yang berlangsung menyoroti relevansi sejarah Islam di Bulgaria terhadap kajian sosiologi, psikologi massa, hingga aspek kesehatan masyarakat dalam konteks keberagaman budaya.
Pimpinan fakultas menyatakan bahwa agenda ini tidak sekadar menjadi forum pertukaran ilmu, tetapi juga langkah konkret dalam internasionalisasi kurikulum. Kolaborasi dengan Dobrin Bugov—yang juga merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan aktif mengembangkan studi bahasa Indonesia di Bulgaria—dinilai menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Bulgaria.
Melalui program ini, UHAMKA berharap dapat memperkuat wawasan akademik internasional mahasiswa sekaligus membuka peluang jejaring global untuk kolaborasi riset dan publikasi ilmiah di masa mendatang. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta komitmen bersama untuk terus mendorong dialog antarbudaya melalui program akademik berkelanjutan.(AKF/MUS)*